Celebrity
Momen Pembuktian Yuki Kato

16 Jun 2016


Foto: Denny Herliyanso

Di tengah kebimbangan memilih status kewarganegaraan, antara Jepang dan Indonesia, wanita yang mendapat penghargaan Special Award for Foreign Drama di ajang Tokyo Drama Awards 2015 berkat aktingnya di sinetron Akankah Bunda Datang ke Pernikahanku (2014)  ini tetap fokus pada karier beraktingnya. Cibiran para haters yang membanjiri akun media sosialnya pun ia tepis dengan berbagai prestasi membanggakan.
 
Bangkit setelah di-bully
Saat ditemui di studio femina, Yuki Kato (21) yang tengah serius membaca novel membalas sapaan femina dengan ramah. Sambil memasukkan novelnya ke dalam tas, Yuki yang mengenakan kaus oblong dan jeans ini memulai obrolannya. Awal Januari lalu, ia baru kembali ke Indonesia setelah menetap selama empat bulan di Jepang. “Saya ingin memperlancar bahasa Jepang sekaligus belajar menulis huruf Kanji. Selama berada di sana saya ditemani Ayah,” katanya.

Sejak ayahnya, Takeshi Kato (52), yang berkewarganegaraan Jepang, harus kembali ke Jepang karena urusan pekerjaan, Yuki memilih tinggal di Indonesia bersama ibunya, Twinawati (47). Meski terpisah jarak yang jauh dengan sang ayah sejak duduk di bangku kelas 2 SMP, hubungan Yuki dengan ayahnya tetap harmonis. Meski begitu, Yuki mengaku kehidupan masa kecil hingga remaja ia lalui dengan langkah berat. Sejak pindah ke Jakarta tahun 2002, saat masih duduk di kelas dua sekolah dasar, masa kecilnya yang ceria langsung berubah tidak menyenangkan. Penyebabya, ia menjadi bulan-bulanan teman-temannya. “Saya diejek habis-habisan karena nama saya terdengar aneh di telinga mereka. Juga rambut saya yang berwarna cokelat terang,” ungkap Yuki, dengan nada kesal.

Walaupun Yuki kecil cukup periang, ia mengakui masa-masa itu ia sangat sensitif. Menghadapi keisengan teman-temannya itu, Yuki lebih memilih diam dan berlalu. Kesabaran ada batasnya! Sempat pula ia melawan, tapi perlawanannya hanya dianggap angin lalu. Ia sempat tidak ingin pergi ke sekolah karena teman-teman yang jahat. Tak hanya di sekolah, pemeran Jinny di sinetron Inikah Rasanya (2003), yang sudah terjun ke dunia seni peran sejak kelas 2 SD, ini mengaku juga sering di-bully saat di lokasi syuting. “Saat sedang istirahat misalnya, ada yang ngomporin agar tidak main dengan saya. Karena itulah,  saya terkadang lebih memilih diam di mobil hingga syuting dimulai,” ucap wanita yang mengidolakan aktris senior Indonesia, Meriam Bellina, ini.

Untungnya, Yuki cukup terbuka dan selalu menceritakan kepada ibunya tentang masalah-masalah yang ia hadapi. Dengan begitu, ia selalu mendapatkan energi baru untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Meski mengaku sakit hati, kakak dari Reina Meisilia Kato (15) dan Sakura Des Caesar Kato (5) ini merasa semua yang ia lalui itu justru menguatkan mentalnya. Ia pun sempat mengikuti konseling ketika duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP), hingga ia akhirnya mulai berani mengutarakan isi pikiran dan menjalani hidup lebih tenang. Ia pun bisa bersikap tak peduli pada perkataan orang lain tentang dirinya. Menguntungkan, karena dengan prinsip ini ia jadi lebih bisa menghadapi ‘kerasnya’ dunia entertainment yang penuh dengan gosip.

Kini, ia belum lepas dari bullying, bahkan bisa dibilang  jauh lebih keras.  Ia harus menghadapi berbagai celaan yang dilontarkan para haters-nya di media sosial. Cyberbullying  yang tak tanggung-tanggung, dari hinaan hingga foto-foto editan. “Cukup mengganggu, sih. Ada, lho, yang sampai mengedit foto saya sedang tertawa menjadi terlihat sedang berciuman dengan seorang pria. Tapi, saya tidak peduli, yang terpenting bagi saya orang-orang terdekat tahu bahwa saya tidak melakukannya,” tegasnya, tak mau ambil pusing.

Di balik semua itu, Yuki pribadi merasa bangga terhadap dirinya saat ini. Segudang prestasi dan perubahan karakter yang lebih ceria serta berani mengungkapkan pendapat membuat hidupnya lebih bermakna. Ia merasa sekarang adalah saat yang tepat untuk membuktikan kepada orang yang dulu pernah mengejeknya, bahwa ia bisa sukses. Dalam akun Instagram-nya ia menulis: The best revenge is looking good and being happy. “Sekarang saya bisa berbangga diri dengan  yang saya peroleh,” tambah pemeran Rachel di film Heart Series (2007) ini.
 
Memasuki Dunia Baru
Dikenal lewat sinetron dan FTV (Film Televisi), Yuki sempat mendapat cap alay dari para penggemarnya karena ia beberapa kali dianggap salah memilih film. Namun, Yuki punya pertimbangan  sendiri atas segala keputusan bermain dalam sebuah produksi. Incarannya adalah karakter peran dan skenario yang bisa memicu imajinasinya. Dengan demikian, ia merasa bisa memperdalam kemampuannya dalam seni peran dengan menerima film tersebut.

Selain itu, Yuki juga sangat memegang teguh prinsip hidupnya untuk tidak menerima tawaran film yang menuntutnya beradegan vulgar. “Adegan ciuman dan seronok bisa menimbulkan omongan yang tidak enak didengar. Rasanya setelah usia saya menginjak 25 tahun saya baru berani mengambil peran dengan adegan dewasa,” tegas wanita yang bermain dalam film Cahaya Cinta Pesantren ini. Film bergenre religi ini rencananya akan tayang menjelang Lebaran tahun ini.

Dalam film terbarunya ini, Yuki berperan sebagai  Shila, seorang gadis berdarah Batak yang tinggal di lingkungan pesantren. Demi mendalami perannya, ia pun harus belajar aksen Batak. Dua bulan syuting di salah satu pesantren di Kota Medan, Yuki mengaku mendapatkan pengalaman spiritual tersendiri.  “Saya ingin lancar membaca Al-Quran. Saya sampai meminta Mama untuk memanggil guru mengaji ke rumah,” katanya.

Selain disibukkan oleh persiapan launching film tersebut, sepulangnya dari Jepang, Yuki mendapat tawaran menjadi presenter acara infotainment di sebuah stasiun televisi swasta. Sebelumnya, ia memang sudah beberapa kali menjadi pembawa acara, mulai dari acara olahraga, gaya hidup, religi, hingga komedi. Yuki  tak ambil pusing dengan komentar miring orang tentang tayangan infotainment yang hanya mengumbar gosip. “Ambil yang positifnya saja. Membawakan acara seperti ini pasti akan menyenangkan,” katanya, antusias.

Sejak awal April lalu, Yuki sudah memulai debutnya di panggung infotainment. Jika sebelumnya ia mengaku tidak tahu soal berita yang beredar di dunia selebritas, kini ia merasa harus  memperluas wawasannya soal dunia ini. Ia juga merasa masih perlu mempersiapkan mentalnya. "Saya kerap merasa tidak enak hati saat membawakan berita tentang teman sendiri. Pernah ada teman yang protes. Katanya, saya terlalu nyinyir saat membawakan berita tentang dia. Kalau sudah begitu, saya hanya bisa meminta maaf dan menjelaskan bahwa semua itu tuntutan pekerjaan,” kata pengisi suara Liona dalam film animasi Paddle Pop Atlantos ini.

Untuk mempertajam kemampuannya sebagai presenter, Yuki banyak mencari referensi lewat tayangan sejenis dari luar negeri, seperti E!News. “Cara saya berbicara dan memilih kata, awalnya masih kaku. Setelah evaluasi bulan kedua, menurut produser, saya sudah lumayan ‘bandel’,” ucapnya, sambil tertawa lepas.

Meskipun sempat ragu dengan profesi barunya ini, kini ia menganggap hal tersebut adalah sebuah pencapaian dalam karier. Kehidupan pribadinya pun lebih berwarna. Dengan 1,5 juta followers di Instagram-nya, Yuki merasa banyak orang yang memberikan perhatian lebih. Tiap kali ia memajang foto, ribuan love dan ratusan komentar para penggemar yang mendoakan dan memberikan semangat menghujani akunnya. Pada ulang tahunnya yang ke-21, awal April lalu, pemilik bintang Aries ini mendapatkan kejutan ulang tahun lengkap dengan kue beserta lilinnya. “Saya merasa makin disayang banyak orang, baik yang saya kenal maupun tidak,” katanya, bahagia. (f) 
 


Topic

#YukiKato

 

polling
Resolusi 2019

Prioritas yang ingin dicapai tahun iniSudah masuk tahun 2019, nih. Tentu sudah ada rencana dan resolusi yang ingin Anda capai.