
Pengarah Gaya: Rajasa Pramesywara (IG: @Rajasa.Pramesywara.Official) I Fotografer: Erina Claudia – Studio47 (IG: @Ervina.claudia - @Studio47ID)
I Rias Wajah: Ryan Ogilvy (@RyanOgilvy) I Penata Rambut: Jimmi Panai (IG: @Jimmi.Panai) I Lokasi: Studio47 (IG: @Studio47ID)
I Busana: Ivan Gunawan (IG: @Ivan_Gunawan)
Ketika pemotretan untuk sampul Femina Edisi Juli - Oktober dilakukan pada pertengahan Juni lalu, Maudy Mikha Maria Tambayong atau Mikha Tambayong baru saja mendapat gelar Master of Management (MM) dari Universitas Pelita Harapan pada program yang bekerjasama dengan Universitas Harvard. Ia juga mengambil bidang kursus tambahan, yakni contract law dan business law yang berguna menunjang bisnisnya di bidang legal.
Perjalanan kuliah pascasarjana memberinya pengalaman yang unik dan banyak liku-likunya. Hanya beberapa bulan di awal perkuliahan saja ia bisa bertemu muka dengan para dosen dan teman-temannya satu angkatan. Pandemi datang dan secara otomatis semua kegiatan perkuliahan hingga penyusunan tesis dilakukan secara daring. Ia mengaku lega berhasil menjalani jam kuliah yang tidak biasa karena perbedaan zona waktu, saat mengikuti kelas dari kampus Harvard.
Ia sudah cukup bersyukur targetnya untuk lulus program pascasarjana tercapai tahun ini. Hal penting yang merupakan janji pada almarhum ibundanya. Selebihnya, ia memilih bertahan dulu di situasi saat ini.
“Target hidup saya ke depan ingin menjadi lebih baik. Saya mau berusaha mengembangkan bidang-bidang yang sudah saya mulai. Saya juga mau belajar untuk tidak perlu terburu-buru. Semua sudah disiapkan Tuhan. Semua ada waktunya masing-masing.”
Atas semua pencapaiannya dalam hidup, banyak yang menganggapnya sosok yang sempurna. “Saya bersyukur banget lahir di keluarga yang sangat loving, warm. Keluarga yang sangat mendukung dan bisa menyediakan privilese untuk sekolah tinggi. Saya tahu banyak orang mampu sekolah tinggi tapi tidak punya kesempatan. Saya juga bersyukur bisa masuk ke industri hiburan dan membangun koneksi. Menurut saya itu juga sebuah privilese. Tapi bukan berarti tidak ada pengorbanannya. Kalau dibilang hidup saya too good to be true, I don’t think so,” papar Mikha yang sejak Kecil sudah les vokal dan SMP sudah bekerja sebagai pilihannya sendiri.
Usia 26 tahun disebut Mikha sebagai usia di mana ia mulai meraih Mimpi yang dirintisnya sejak belia. Setelah tampil memerankan berbagai karakter dalam belasan film dan sinetron tanah air, tahun lalu Mikha mendapat kesempatan untuk menjajal pengalaman baru bekerja dengan sebuah rumah produksi Korea Selatan Asia FilmLab.
“Saya senang banget! Mereka mengajak saya berkolaborasi membuat film berjudul Asia. Film ini ingin mengangkat tema isu rasial, masalah yang dihadapi orang Asia di luar Asia, dan mengangkat budaya Asia. Saya jadi representasi dari Indonesia,” ungkap Mikha.
Sayangnya akibat pandemi, rencana syuting tahun 2021 jadi tertunda.“Saya termasuk perfeksionis, punya banyak target atau checklist yang harus dipenuhi. Tahun ini harus begini, tahun itu harus begitu. Pandemi mengajarkan saya untuk lebih fleksibel, dan beradaptasi. Sometimes, things just don’t go your way,” katanya.

Foto: Dok. Pribadi
Semangat Membangun Bisnis
Wanita yang pada akhir tahun 2020 lalu, terpilih sebagai satu dari 40 wanita yang memberdayakan ekosistem kewirausahaan oleh UN Women dan Angel Investment Network Indonesia (ANGIN) ini kini sedang membangun karier di bidang bisnis. Tak hanya satu jenis, tapi beragam bidang.
Sejak tahun 2019, Mikha mengelola usaha yang uniknya menggunakan nama Sisters. Pertama Sisters Enterprise, sebuah talent management. Lalu ada bisnis kecantikan, yang berawal dari kesukaan Mikha melakukan perawatan kuku, hingga akhirnya melebar dengan menawarkan jasa pemasangan bulu mata palsu dan pijat untuk relaksasi. Dan, tepat pada perayaan Hari Perempuan Sedunia, 8 Maret 2020, Sisters & Co. Advocacy, kantor pengacara yang bergerak di bidang konsultasi bisnis dan hukum resmi berjalan.
Mikha mengaku, idenya lahir saat ia magang di kantor pengacara sebagai bagian dari tugas kuliah di fakultas Hukum Universitas Pelita Harapan. Ia ingin pekerjaan yang dinamis dan mobile, tidak sekadar di belakang meja. Perusahaan itu dibangunnya bersama empat orang teman.
“Kami nggak menyebutnya law firm, sih, tapi legal and business consultant. Visi misinya sederhana, kami ingin membantu orang banyak di bidang yang kami kuasai, yaitu di bidang legal. Tidak di bidang litigasi (penyelesaian masalah di meja pengadilan), tapi menangani korporasi dan perdata. Nantinya, kami juga ingin melebarkan bidang ke bidang advokasi dan membantu kasus-kasus, terlebih untuk wanita dan anak-anak. Bukan hanya untuk wanita, tapi juga dari wanita, karena organisasi kami isinya semua wanita. Kami ingin berguna untuk siapa pun di sekeliling kami,” papar wanita kelahiran 15 September 1994 ini, bersemangat.
Mikha yakin semua harus dimulai dengan tekad saat kita akan melakukan sesuatu secara seratus persen. “Yang tahu kemampuan diri kita, cuma kita sendiri. Kalau kita yakin kita bisa dan masih bisa menanggung beban kerjanya, just do it,“ tutupnya. (f)
Baca Juga:
Kencan Online Ala Komedian Kiky Saputri
Bunga Citra Lestari, Never Stop Glowing
Artika Sari Devi Bebaskan Anak Bermain di Sela Sekolah Virtual
Topic
#celebrity, #artisindonesia, #coverfemina, #feminabaru


