
Foto : Dok. Image Dynamic
Benyamin Sueb, nama seniman multi talenta yang sangat terkenal pada era 70an – 90an ini menggema karena kejenakaannya. Salah satu yang paling fenomenal adalah perannya dalam drama seri tahun 90an, Si Doel Anak Sekolah. Tak hanya pandai melawak, pria yang akrab dipanggil Babe ini juga piawai bernyanyi. Buktinya, hingga meninggal dunia pada 5 September 1995, Benyamin telah menghasilkan lebih dari 75 album musik dan 53 judul film, yang bisa merefleksikan perkembangan kota Jakarta dan menggambarkan keunikan budaya Betawi. Semua itu membuat namanya diabadikan menjadi nama jalan di Kemayoran, Jakarta Pusat.
Keunikan perjalanan hidupnya menginspirasi Maudy Koesnaedi untuk mengangkatnya menjadi pertunjukan ke-10 Teater Abang None (Abnon) Jakarta, BABE, Muka Kampung Rejeki Kota, yang digelar 15 – 16 September 2017 di Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.
Persiapan dimulai dengan meminta izin dari pihak keluarga Benyamin dan mempelajari kehidupan tokoh Betawi itu lewat buku Muka Kampung Rezeki Kota (Ludhy Cahyana dan Muhlis Suhaeri). “Ini pertama kalinya kami membuat pertunjukan dalam format musikal teatrikal. Mengangkat tokoh dengan nama sebesar Benyamin Sueb membuat merasa bebannya lebih besar. Karena itu saya meminta bantuan sutradara teater Agus Noor untuk terlibat,” ujarnya.
Perjalanan hidup sang legenda pun dibagi dalam lima bagian. Untuk mengiringi pertunjukan, lebih dari 30 lagu yang pernah populer mengiringi perjalanan hidup seniman legendaris itu dibawakan dan diaransemen ulang oleh Ifa Fachir, sebagai penata musik dalam musikal teatrikal ini. Yang unik, Ifa akan berkolaborasi dengan Imam Firmansyah, seniman gambang gromong, untuk memberi napas budaya Betawi. ”Lagu-lagu ini bisa sekalian menguji apakah Anda benar-benar seorang fans Benyamin,” canda Maudy.
Konser teatrikal BABE, Muka Kampung Rejeki Kota ini melibatkan 40 Abang None Betawi dari berbagai zaman. Sebagai Benyamin, peran diberikan kepada anchor televisi, Tommy Tjokro. Menurut Maudy, ke-40 Abang None yang terlibat tidak dibayar, lho. ”Semua kerja keras ini kami lakukan karena cinta. Misi kami adalah mengenalkan Benyamin Sueb pada generasi muda sekaligus mengenalkan seni pertunjukan teater lewat kejenakaan Babe,” ujar Maudy.
Baginya dan Abang None yang terlibat, konser teatrikal BABE, Muka Kampung Rejeki Kota, tak hanya soal pelestarian budaya Betawi dan keinginan untuk mengekspresikan seni, teater adalah sarana yang sangat bagus untuk membentuk karakter untuk menjadi manusia yang tangguh. (f)
Baca Juga :
Suara Hati Perempuan
Happy Salma Bercerita tentang Chairil Anwar Lewat Teater Perempuan Perempuan Chairil
Kisah Sherina dan Sadam Hadir Kembali di Musikal Petualangan Sherina
Topic
#maudykoesnaedi


