Celebrity
Britney Spears: Aku Ingin Punya Kendali Atas Hidupku Sendiri

25 Jun 2021

 
Foto: Shutterstock

Tiga belas tahun silam pengadilan menunjuk ayah Britney Spears, James, menjadi konservator atas sang bintang. Bisa dibilang, konservator punya kuasa penuh atas hidup seseorang, mulai dari keseharian hingga keuangan orang tersebut. Dulu James mengajukan jadi konservator karena ia merasa putrinya mengalami gangguan mental.

Nyatanya, bagi Britney, keputusan itu merupakan sebuah penyiksaan. Ia kerap diberi obat-obatan, sering dipaksa bekerja di luar keinginannya padahal sedang sakit, tak boleh melepas alat kontrasepsi padahal ia ingin mempunyai bayi, dilarang bertemu beberapa teman, bahkan tidak diperbolehkan menikah. Naik mobil kekasihnya saja dihalangi. Ia pun tak punya kuasa untuk mengelola harta miliknya sendiri. Melansir The New York Times, saat ini ayahnya memiliki kuasa atas harta Britney yang jumlahnya mendekati angka 60 juta dolar, juga atas karier, perawatan medis, dan berbagai aspek lain dalam kehidupan Britney.

Untuk pertama kalinya Britney mengungkap kepada publik tentang perasaannya. “Selama dua tahun belakangan saya pura-pura baik-baik saja,” kata penyanyi berusia 39 tahun ini, ketika akhirnya buka suara di dalam ruang sidang. “Apa yang saya alami ini sangat memalukan. Inilah alasan utama kenapa saya tidak membicarakannya secara terbuka. Saya pikir, tidak akan ada yang percaya pada saya.” Rupanya, dulu Britney juga tidak tahu bahwa ia bisa mengajukan petisi untuk mengakhiri conservatorship itu.

Melalui pesan di Instagram ia pernah menyatakan bahwa kondisinya sangat baik. “Saya berbohong kepada dunia ketika saya bilang baik-baik saja dan bahagia. Ini adalah kebohongan. Saya hidup dalam penyangkalan. Saya tidak happy, saya tidak bisa tidur. Saya ingin mengakhiri conservatorship tanpa evaluasi. Saya ingin terapis yang datang ke rumah saya. Saya tidak mau pergi ke Westlake dan dipermalukan oleh semua paparazzi ini," kata Britney kepada hakim.

Lima tahun lalu sebetulnya Britney pernah mengatakan kepada penyelidik pengadilan bahwa conservatorship telah menjadi alat yang menindas. Dia juga telah mengemukakan kekhawatirannya bahwa pengaturan itu memberi ayahnya wewenang untuk mengatur dengan siapa ia berkencan dan berteman, bagaimana ia mendesain dapur, dan sebanyak apa uang saku yang diterimanya.

“Saya benar-benar yakin bahwa conservatorship ini kejam. Ayah saya dan siapa pun yang terlibat dalam conservatorship harus dipenjara,” ungkap Britney.

Hakim Pengadilan Tinggi Los Angeles, Brenda Penny, mengatakan, bahwa pihaknya membutuhkan petisi untuk diajukan ke pengadilan, jika Britney meminta program conservatorship ini dihentikan.

Perseteruan antara Britney dan ayahnya ini mendatangkan dukungan dari para penggemar dan sesama selebriti, yang kemudian melahirkan gerakan Free Britney di seluruh dunia. Di luar ruang pengadilan sekitar 120 penggemar Britney ikut mendukung perjuangannya dengan membawa kertas bertuliskan #FreeBritney. Mereka berbicara soal betapa tidak adilnya perlakuan yang selama ini diterima oleh Britney. Bukan hanya datang dari area lokal, banyak pula yang datang dari Las Vegas dan Detroit.

Go, Britney! (f)


Baca Juga: 
Gal Gadot, Wonder Woman di Dunia Nyata
5 Fakta Menarik IU, Solois Peraih Penghargaan Musik Korea Terbanyak
Piawai Berubah Peran, Inilah Jeon Yeo-bin dalam 5 Karakter Berbeda
 


Topic

#britneyspears, #pengadilan, #mentalhealth

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?