Career
Sulit Mendapat Waktu Bebas Saat WFH Sambil Mengurus Anak, Ini Cara Menyiasatinya

7 May 2020



Dok. Unsplash



Siapa di antara Anda yang harus siap dengan rentetan meeting virtual setiap hari? Setelah meeting virtual pun, Anda juga harus siapkan konsentrasi tingkat tinggi untuk mengerjakan pekerjaan berikutnya.

Namun, di rumah, dengan kondisi yang sangat menantang dimana harus berbagi waktu dengan suami atau sambil mengurus anak, bisa jadi kegiatan ini sangat menantang. Dampaknya, produktivitas kerja jadi menurun.

Menurut Jeff Weiner, CEO LinkedIn, untuk mendapatkan produktivitas yang lebih maksimal, sebaiknya terapkan buffer time. Yaitu waktu bebas untuk rehat sejenak antara rapat virtual atau dengan pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi tinggi. Saat buffer time tersebut, Anda bisa membaca berita, berjalan-jalan sebentar atau sekadar istirahat sejenak.

"Pastikan Anda memiliki buffer time untuk mengambil napas, berolahraga ringan, atau melakukan apapun yang Anda sukai untuk menenangkan pikiran. Ini tidak hanya bermanfaat untuknya, tapi juga semua orang yang mengandalkan Anda," tulis Jeff dalam unggahannya di platform LinkedIn.

Namun tentu, menerapkan buffer time saat sedang bekerja di rumah tak semudah kedengarannya. Karena biasanya waktu bebas di sela-sela pekerjaan itu akan digunakan untuk mengurus anak, melakukan pekerjaan rumah tangga dan lain sebagainya. 

Lantas apa yang harus dilakukan agar di tengah-tengah hiruk pikuk kehidupan rumah tangga dan pekerjaan yang harus melebur jadi satu, Anda tetap bisa mendapatkan waktu bebas? Jeff Weiner memberikan saran.



(Lanjut ke halaman berikutnya)


BACA JUGA :
5 Hal yang Perlu Dilakukan Dan Dihindari Saat Bekerja dari Jarak Jauh
Kenali Tanda Burnout Karena Bekerja Dari Rumah
5 Alasan Kerja Dari Rumah Terasa Lebih Melelahkan


 


Topic

#WorkFromHome, #corona

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?