Career
Kepuasan Menghasilkan Energi untuk Tetap Semangat Jalani Karier

24 Dec 2017


Foto: Pixabay

Bertempat di Grand Gamelan Ballroom, Sofitel Hotel Nusa Dua Beach Resort dan Mandala Agung, Fivelements Puri Ahimsa, Ubud, Bali, 28 - 30 September 2017 lalu Daya Lima, leadership company, mengajak para wanita pemimpin sharing sekaligus memberi bekal kepada wanita yang berpotensi menjadi pemimpin masa depan. Dalam acara Women's Leadership Summit tersebut, dibahas  tentang tiga hal penting dalam karier: kesuksesan, kepuasan, dan sisterhood. Berikut ini ulasan femina tentang kepuasan. 

Orang bijak mengatakan, manusia itu tidak ada puasnya. Apakah ini negatif? Tidak selalu. Ketidakpuasan atau kekecewaan terhadap sesuatu bisa jadi pemicu bagi seseorang untuk melakukan tindakan positif untuk memperbaiki situasi tersebut. Contohnya, Judhi Kristantini membuat gerakan sosial karena kecewa pada korupsi yang dianggap membudaya di masyarakat. Contoh lain, Miss Indonesia 2015, Maria Harfanti,menggerakkan kampanye tentang gaya hidup sehat, kebersihan, dan gizi karena tidak puas dengan kondisi masyarakat yang sulit mendapat akses air bersih.

Benar adanya, lingkaran ketidakpuasan dan kepuasan tidak akan berakhir selama masa kehidupan. "Kepuasan tidak akan bertahan lama dan akan memicu ketidakpuasan lain yang membuat seseorang melakukan sebuah tindakan. Namun, ada trik yang perlu diingat, yaitu untuk berhenti sejenak dan menikmati kepuasan untuk mengembalikan energi sebelum memulai siklus baru," ujar Terrie Lupberger, MCC, executive coach asal Amerika Serikat.

Sayangnya, pada sebagian orang, fase menikmati kepuasan ini sering dilupakan. Padahal, tanpa itu  kita akan kelelahan dan akhirnya merasa frustrasi. Pada fase ini Anda ibarat smart phone yang diisi baterainya. Trik lain yang tak kalah penting adalah menjaga agar kepuasan itu terasa lebih lama. Dengan kata lain, membuat energi hidup lebih panjang. Caranya, dengan  bersyukur. Makin banyak bersyukur akan  makin menghasilkan kesejahteraan. Hal ini akan meningkatkan kesehatan fisik dan juga mental.

Menurut Vaish, bersyukur itu tidak sekadar ucapan terima kasih. Efeknya jauh lebih besar. Bersyukur itu bisa dilatih. Mulailah dengan membuat daftar tiga hal baik yang Anda syukuri   tiap hari lewat meditasi secara rutin untuk mengakui apa yang kita rasakan dan miliki, mengapresiasi (diri sendiri dan orang lain), atau mengucapkan terima kasih secara tulus kepada orang yang telah memberikan bantuan.

"Supervisor yang mengucapkan apresiasi secara tulus membuat kinerja anak buahnya lebih baik. Apresiasi yang baik tidak sekadar ucapan, tapi juga ditunjukkan dengan sikap," ujar Vaish Muralidharan, executive coach yang juga healer asal Singapura. Kesuksesan dan kepuasan memang tidak lepas dari kebersamaan. Jika ketiga hal ini dapat dikelola dengan baik oleh para wanita pemimpin,  diharapkan akan terjadi perubahan positif. Tak hanya dalam organisasi perusahaan tempatnya bekerja, tapi juga berbagai komunitas dalam masyarakat.(f)


Baca juga:
3 Hal yang Halangi Wanita Raih Kesuksesan Karier
6 Rahasia Sukses Berkarier yang Sering Terlupakan
Sukses Berkarier Melalui Sisterhood


Topic

#karier

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?