
Foto: Fotosearch
Pasangan beda usia jauh sering kali mengundang perhatian dan juga kasak-kusuk di belakang. Terlebih jika yang lebih tua itu pihak wanita. Mulai dari cap ‘berondong’ sampai tuduhan-tuduhan negatif bisa jadi dilayangkan kepada pria muda yang tengah kesengsem pada si wanita matang. Padahal, namanya cinta itu tentang perasaan. Selama itu dirasa nyaman di hati, mengapa tidak?
Kalau saya tanyakan alasannya ke beberapa teman yang kebetulan berpasangan atau pernah berpacaran dengan wanita lebih matang, jawabannya beragam. Ada yang merasa mendapatkan sosok ibu yang lebih memahami, merasa nyaman diemong, mendapat perhatian plus, trauma dikecewakan ‘daun muda’, dan seribu satu alasan lainnya.
Bila dibandingkan dengan wanita muda, berpasangan dengan wanita matang memang lebih menguntungkan. Pengalaman dan pola berpikir dewasa yang mereka miliki menjadi nilai plus. Bagi saya, menaklukkan hati wanita yang lebih tua seperti meraih ‘kemenangan’ yang sesungguhnya. Apalagi bila pendidikan dan kariernya lebih tinggi dari saya. Ehem. Maklum, ego lelaki muda. He… he… he….
Kisah cinta saya memang punya keunikan dibandingkan dengan pria pada umumnya. Kala yang lain sibuk mengejar dedek-dedek usia 20-an, saya justru menyukai wanita matang. Usia yang terpaut amat jauh, tak menjadi persoalan. Sosok wanita yang jauh lebih tua ternyata lebih sering menggoda hati saya.
Entah mengapa, sejak dulu track record kencan saya lebih banyak mengencani wanita lebih tua, 7 dari 8 wanita yang saya pacari semuanya berusia lebih tua, mulai dari beda usia 2 tahun hingga yang terjauh jaraknya 14 tahun.
Bukan saya tak pernah mencoba mendekati wanita lebih muda. Saya pernah pacaran dengan cewek yang 6 tahun lebih muda. Aduh! Cukup sekali saja, deh. Saya tak tahan dengan sikap menuntut dan ketergantungan mereka. Sedikit-sedikit ngambek kalau keinginannya tak dipenuhi. Saya jadi merasa seperti punya ‘anak’ sebelum waktunya.
Banyak yang bilang, termasuk teman-teman saya di redaksi, anak bungsu itu menyukai wanita matang karena role model seorang ibu. Saya adalah anak bungsu dari 5 bersaudara, satu-satunya anak laki-laki pula. Namun, saya kurang setuju dengan pandangan itu, sebab sejak usia 3 tahun sepeninggal Ayah, saya justru tidak begitu dekat dengan Ibu yang sibuk bekerja untuk menghidupi kami, anak-anaknya. Begitu juga dengan kakak-kakak, saya tidak terlalu dekat. Bisa dibilang, saya kekurangan kasih sayang.
Mungkin itu pula salah satu alasan saya lebih menyukai wanita yang lebih tua. Saya beranggapan, dengan naluri keibuan yang mereka miliki, saya bisa mendapat perhatian lebih, sekaligus dimanja, yang selama ini tidak saya dapatkan dari lingkungan keluarga.
Di bangku SMP, saya mulai naksir wanita matang. Dia adalah ibu guru pengajar bahasa Inggris. Parasnya cantik dengan tubuh tinggi semampai. Penampilannya yang rapi terlihat seksi di mata saya sehingga membuat saya memikirkannya tiap saat. Ha… ha… ha…. Dasar ABG!
Memilih wanita matang, ibarat memetik buah, saya tentu akan memilih buah yang sudah matang, daripada buah yang masih muda. Berpasangan dengan mereka, saya seolah mendapatkan teman berdiskusi yang setimpal. Pola berpikir pria yang logis mampu diseimbangkan oleh kedewasaan mereka. Wanita matang lebih mandiri, dan dapat diandalkan dalam menghadapi segala situasi. Mereka sangat dewasa dan bijak dalam menyikapi persoalan. Bahkan, persoalan yang sulit dihadapi oleh pria sekalipun.
Berpasangan dengan wanita matang memang sangat enak, apalagi bila dia sudah memiliki pekerjaan yang baik, dan ekonominya lumayan. Namun, sejuta tantangan juga dihadapi bahkan sejak awal pendekatan. Seorang teman, Evan (27), curhat kepada saya, ia mendapat cibiran dari rekan-rekan kekasihnya, Dewi (34), yang mengatakan bahwa ia masih berondong, tak layak memacari Dewi. Tetapi, ia tidak peduli dengan kata-kata pahit itu, karena Dewi pun tidak terpengaruh.
Cerita kawan lain, Novrizal (30), lebih menyedihkan. Keluarganya dan keluarga Yuni, kekasihnya, tak setuju pada hubungan mereka. Bahkan pimpinan dan rekan kerja Yuni ikut berkomentar negatif. Kebanyakan meragukan kedewasaan dan kemapanan finansial pria lebih muda sebagai pendamping wanita yang berusia lebih tua. Sedikit berbeda dari Novrizal dan Evan, keluarga saya justru memberi kebebasan. Saya berhak menjalin hubungan dengan siapa pun, asalkan sayang pada keluarga. Tantangan justru saya dapatkan dari pasangan. Wanita matang memang kerap ingin dihargai tak sekadar sebagai seorang wanita, tetapi sebagai seseorang yang lebih tua. Mungkin karena pengalaman yang mereka miliki, mereka kadang-kadang terkesan menggurui.
Itu pula yang membuat hubungan saya dengan Kiran (32) kandas tahun lalu. Dia terlalu dominan dalam berbagai hal, seakan-seakan dia lebih tahu dan berusaha menggurui saya. Hubungan kami berakhir ketika ia tak lolos ‘tes’ yang saya lakukan setelah saya menyadari dominasinya. Waktu itu saya sengaja makan dengan menimbulkan bunyi yang membuatnya kontan membentak, “Kamu makannya jangan begitu, yah! Kamu harus belajar tentang cara makan yang baik!”
‘Terbebas’ dari Kiran yang senang mengatur, kemudian saya berkenalan dengan Dian. Dian membawa warna baru dalam hidup saya. Sifatnya yang santai dan sederhana membuat saya mendapat ketenangan. Saya bahagia. Dia juga merupakan teman ngobrol yang baik, tak pernah menggurui. Dia pencinta film action, begitu juga saya. Kami cocok. Kadang-kadang ada perbedaan pendapat, tapi saya berusaha bertoleransi dengan perbedaan itu. Saya juga harus berusaha mengejar ketertinggalan saya dari pola berpikir dia. Lima tahun lebih tua, tentu Dian memiliki pengalaman yang lebih banyak dari saya.
Entah bagaimana akhir cerita cinta kami nanti kelak. Tapi, saya, Novrizal, dan Evan, yakin dengan apa yang telah kami putuskan. Kami pun sudah mengambil tekad akan selalu setia, walau kelak pasangan kami lebih duluan perlu anti aging cream. Sebab jauh sebelumnya, banyak pria yang sukses menjalin hubungan dengan wanita yang lebih tua, seperti halnya Casper Smart (28) yang berhasil menggaet hati Jennifer Lopez (46). Mungkin juga kelak saya bisa mewujudkan keluarga seharmonis keluarga Darius Sinathrya (30) dengan si cantik Dona Agnesia (37). (f)
Topic
#BlogEditor


