Blog
Kamu Yakin Mau Jadi Ibu Rumah Tangga?

27 Aug 2017


Foto: Pixabay.com


"What?! Lu mau jadi ibu rumah tangga?
Yakin banget?
Wuiiih… Nggak nyangka deh gue.
Emang mama lu nggak bisa jagain anak lu dulu sementara lu kerja?
Wah! Gue iri banget sama lu!
Lu ngorbanin karier?"

 
Begitu tulis beberapa teman lama di Whats App chat group. Ada yang iri, ada yang mempertanyakan, ada juga yang tidak menyangka. Reaksi teman-teman di dunia maya tidak jauh berbeda dengan reaksi yang saya terima di dunia nyata. Tidak sedikit teman yang terdiam kemudian melongo saat mendengar keputusan saya itu.
 
Ayah dan Ibu saya yang terlahir sebagai generasi Baby Boomers, generasi yang dikenal sangat menomorsatukan karier, pun tidak ketinggalan terkaget-kaget mendengar keputusan saya. Mereka berkali-kali bertanya, “Kamu yakin?”
 
Ah, jangankan mereka. Saya saja terkejut dengan keputusan ini. Tumbuh besar melihat kedua orangtua saya bekerja di kantor setiap hari, ternyata tidak membuat saya ingin memiliki aktivitas kerja yang sama dengan mereka.
 
Ya, saya yakin. Tepat sebulan lalu, saya memutuskan untuk memasukkan surat pengunduran diri saya dari perusahaan media yang sangat saya sayangi, dari profesi yang sangat saya jiwai, dari profesi yang telah membentuk dan menghidupi saya selama ini. Sungguh, ini bukan keputusan yang sederhana.
 
Sebab, alasannya pun tidak sederhana: saya ingin lebih banyak berada di sisi anak saya yang baru berusia 4 bulan, menikmati semua momen tumbuh kembang pertamanya, setidaknya sampai ia berusia 2 tahun.
 
Bersama dengan keputusan itu, artinya saya juga sah menjadi ‘tukang’ cuci popok kotor bayi, ‘tukang’ beres-beres rumah, ‘tukang’ menenangkan bayi ketika dia gelisah, ‘tukang’ belanja ke pasar, ‘penanggungjawab’ masalah nutrisi dan kesehatan bayi, ‘penanggungjawab’ pengembangan karakter serta kecerdasan bayi, ‘satpam’ keamanan bayi, ‘hansip’ menyusui bayi di malam hari, dan masih banyak lagi hal yang harus saya lakukan selama 24 jam, setiap hari. Bukan tugas sederhana, kan?
 
Bagaimanapun, bagi saya, menjadi ibu rumah tangga bukanlah pengorbanan, melainkan sebuah pilihan dalam perjalanan hidup. Sebab, saya memang tidak mengorbankan apa-apa, saya tetap bisa berkarya di sela-sela waktu mencuci popok kotor bayi.
 
So, this is not a good bye. It is a see-you-later. Soon! (f)
 

Cempaka Fajriningtyas


Topic

#wanitakarier, #ibubekerja