Blog
Cinta Saya 100%, Bukan 89%

11 Mar 2017


Foto: 123RF


Sebagai newbie dari penonton serial drama Korea, ada satu drama yang cukup membekas di ingatan saya. Judulnya Another Oh Hae-young. Serial bergenre komedi romantis ini bikin emosi saya teraduk-aduk. Lucu, sedih, dan bikin perasaan berbunga-bunga. Dari semua adegan-adegan yang ada di drama ini, ada satu yang membuat saya gatal ingin menulis blog ini, yaitu ketika Park Do-kyung (Eric Mun) berkata kepada Oh Hae-young (Seo Hyun-jin), “Cinta saya 100%, bukan 89%”.


Park Do-kyung mengatakan tersebut karena sebelumnya Oh Hae-young beranggapan bahwa cinta mereka berat sebelah. Bagi Oh Hae-young, dia telah memberikan cintanya 100% kepada Park Do-kyung sementara Park Do-kyung hanya mencintainya 89%.


Sebagai wanita, tidak salah bila Oh Hae-young beranggapan demikian karena di drama ini diceritakan bahwa dialah yang pertama suka dengan Park Do-kyung. Dia juga yang melakukan berbagai cara agar Park Do-kyung mau berhubungan dengannya. Bahkan ketika Park Do-kyung tidak mengakui perasaannya, Oh Hae-young pantang menyerah.


Saya melihat apa yang dialami oleh Oh Hae-young adalah perasaan insecure yang dialami oleh banyak wanita. Kita suka merasa takut apabila kita menjadi pihak yang mencintai lebih banyak. Katanya menjadi orang yang lebih mencintai adalah orang yang paling lemah karena kita tidak punya power untuk menentukan apa yang sebenarnya kita inginkan dalam hubungan tersebut. Ujung-ujungnya kita selalu mengutamakan perasaan pasangan dan mengorbankan perasaan sendiri. Benarkah kejadiannya selalu demikian? Benarkah pihak yang mencintai lebih banyak pasti akan lebih menderita?


Saya tidak tahu jawabannya karena tiap pasangan pasti memiliki pengalaman yang berbeda-beda. Namun saya setuju bila dalam hubungan percintaan ada pihak yang kelihatan lebih mencintai pihak lainnya. Kenapa saya bilang kelihatan? Karena apa yang terlihat belum tentu yang sebenarnya dirasakan. Namanya juga perasaan yang tidak bisa diukur secara pasti. Tidak seperti membeli telur dimana timbangannya bisa sangat akurat ¼, ½, atau 1 kilogram.


Contohnya seperti Park Do-kyung dan Oh Hae-young. Oh Hae-young merasa dia lebih mencintai karena selama ini dialah yang terus mengejar tanpa henti. Tapi yang Oh Hae-young lupa pertimbangkan adalah bagaimana Park Do-kyung berusaha keras untuk menahan perasaan cintanya kepada Oh Hae-young dan itu membuat dia sama menderitanya dengan pihak yang mengejar-ngejar cinta. Percayalah, menahan rasa cinta kadang jauh lebih berat daripada ditolak karena cinta.


Selain itu, tiap orang memiliki cara yang berbeda-beda dalam mengekspresikan perasaan cintanya. Ketika sang pria tidak sering berkata "I love you" dengan mata berbinar-binar, tidak berarti cintanya kurang dari 100%. Yang perlu dilakukan adalah melihat lebih dalam dari apa yang bisa dilihat mata. (f)

Baca blog saya sebelumnya:



Yani Lauwoie


Topic

#blogeditor

 

polling
Resolusi 2019

Prioritas yang ingin dicapai tahun iniSudah masuk tahun 2019, nih. Tentu sudah ada rencana dan resolusi yang ingin Anda capai.