BizNews
Wanita Wirausaha Melaju Jauh Menjalankan Bisnis dengan Inovasi dan Digitalisasi

24 Mar 2021


Dok. Pexels



Tahun 2020 yang penuh tantangan berhasil dilewati oleh para Usaha Kecil Menengah (UKM) dengan ragam inovasi bisnisnya. Seperti hasil survey yang Femina lakukan di awal Februari tahun ini menunjukkan bahwa 81.74% responden mengubah cara mereka menjalankan bisnis di masa pandemi ini. 

Adapun hal yang mereka lakukan adalah 85% responden mulai fokus pada penjualan di platform digital dan menyesuaikan strategi marketing dan 74.56% responden melakukan inovasi produk dan jasa sesuai permintaan pasar saat ini.

Kalau kita lihat dari hasil survey berikut, kita bisa tahu bahwa para wanita wirausaha ini mampu beradaptasi dengan situasi yang cepat berubah.

Kendati demikian, menghadapi tahun 2021 yang masih penuh ketidakpastian, kita harus tetap jeli dan waspada melihat peluang. Penting untuk para pelaku usaha mampu berinovasi dan memanfaatkan digitalisasi sehingga tetap relevan dengan kebutuhan pasar. 

Untuk membantu para wanita wirausaha memetakan tren dunia usaha yang sesuai dengan perubahan perilaku konsumen yang serba digital,
Femina didukung oleh Bank OCBC NISP membekali para wanita pejuang bisnis ini dengan informasi yang bisa membantu mengembangkan bisnisnya. Yaitu melalui webinar bertajuk Bisnis #MelajuJauh Lewat Inovasi & Digitalisasi yang menghadirkan Tuhu Nugraha (Digital Business Consultant), Swasti Adicita Karim (Co-founder Java Fresh) dan Ella Hastono (Wealth Research & Strategist Bank OCBC NISP).

Disampaikan oleh Tuhu Nugraha bahwa di masa seperti saat ini, digitalisasi sangat penting karena semua cara-cara lama berubah. Pasar berubah, perilaku konsumen berubah. Maka yang harus dilakukan adalah inovasi.

“”Kita harus terus mencoba dan bereksperimen, karena kita tidak bisa menunggu keadaan. Setelah itu kita lihat mana yang berjalan dengan baik. Tolak ukurnya apa? Berapa konsumen yang demand produk kita? Apakah penjualannya meningkat?” ujar Tuhu yang juga mengingatkan bahwa inovasi tidak harus selalu mengganti produk, tapi bisa juga mengubah fungsinya yang sesuai dengan perilaku saat ini. 

Penting juga bagi pelaku usaha untuk melakukan transformasi digital. Dalam arti ini, bukan hanya soal menjual di platform digital saja, tapi dalam cakupan yang lebih luas. Digitalisasi dalam bisnis ini bisa mencakup operasionalnya menggunakan software-software pembantu, seperti sistem pembayaran, pergudangan, hingga pencatatan. Ini bisa sangat membantu bisnis berjalan lebih efisien.

“Kita harus punya
attitude agility, kemampuan beradaptasi dengan cepat dan selalu mau belajar hal baru. Itu yang harus kita terapkan ketika kita bicara transformasi digital,” ujar Tuhu mengingatkan.

 


Dok. Femina



Bukan hanya inovasi produk dan digitalisasi bisnis saja yang perlu dilakukan oleh para pelaku usaha agar bisnisnya bisa sustain. Memisahkan keuangan pribadi dengan bisnis jadi salah satu hal penting yang harus dipahami oleh UKM.

“Ketika kita memisahkan keuangan pribadi dengan bisnis, akan memudahkan mengontrol
cash flow, lebih jelas menganalisa pendapatan, mengamankan dana bisnis agar tidak dipakai untuk kepentingan pribadi hingga memberikan kesan yang profesional untuk customer,” jelas Ella Hastono, Wealth Research & Strategist Bank OCBC NISP. 

Kembali disarankan oleh Ella bahwa dalam mengelola keuangan untuk bisnis, penting bagi pelaku usaha perempuan memahami beberapa hal. Yaitu membuat rekening yang berbeda, mengevaluasi kondisi keuangan
periodically dan pembukuan yang rapi, alokasikan profit dengan tepat, rencanakan keuangan dalam jangka waktu tertentu, hingga hindari hutang dan mempunyai dana darurat.

“Memisahkan uang pribadi dan uang bisnis sudah menjadi Kewajiban. Dengan pengelolaan keuangan yang baik dan benar, tentu saja kelancaran bisnis dapat terjaga bahkan semakin #MelajuJauh,” papar Ella menambahkan. 

Di sisi lain,
Swasti Adicita Karim yang memiliki agribisnis buah-buahan bernama Java Fresh, mengaku bahwa di masa pandemi ada banyak adaptasi-adaptasi baru yang dilakukan. Pasalnya memang, Java Fresh adalah supplier buah-buahan Indonesia dengan pasar utama adalah luar negeri, yang mana terkendala untuk mengekspor ke luar saat pandemi.

“Sejak pandemi kami mulai melirik pasar domestik, yang ternyata disambut baik. Juga melakukan beberapa inovasi dalam bisnis, misalnya produk kami panen berdasarkan pesanan agar bisa mengurangi limbah dan juga menggunakan kemasan
environmental-friendly,” cerita Swasti yang dengan sigap melakukan inovasi bisnis di tengah pandemi. Disampaikan lagi olehnya bahwa inovasi tersebut disambut apresiatif oleh konsumen Java Fresh. 

Proses digitalisasi juga tak luput dilakukan oleh Java Fresh di tengah kondisi bisnis yang bergerak sangat dinamis. Diakui Swasti, memang digitalisasi baru gempur dilakukan di tahun 2020, setelah pandemi menyerang, yang membuat mereka sadar bahwa langkah ini penting dilakukan oleh para pelaku usaha untuk bertahan.

“Digitalisasi ini bukan hanya mengenai sales patform seperti masuk ke marketplace, tapi benar-benar pandemi ini mendorong kami melakukan digitalisasi di departemen lain. Termasuk keuangan hingga logistik untuk mengukur stok barang,” papar Swasti.

Ia pun menceritakan ada hal menarik yang terjadi ketika memutuskan untuk serius melakukan digitalisasi dalam bisnis. Yang mana diakui oleh Swasti, 90% karyawan Java Fresh lokasinya ada di daerah-daerah dan sebagian besar adalah lulusan SD. Sempat khawatir akan melakukan digitalisasi, namun ternyata ketika diberikan training, mereka bisa dan sangat membantu perusahaan dalam proses efisiensi. Ini membuktikan bahwa digitalisasi sangat penting dilakukan.
(f)



BACA JUGA :
Dukungan untuk Wanita Wirausaha Melaju Jauh di Tengah Pandemi
Pentingnya Kepemimpinan Perempuan dalam Bisnis di Tengah Krisis COVID-19
Peran Domestik yang Tidak Setara di Rumah Jadi Beban Bagi UKM Wanita Kembangkan Usahanya



 


Topic

#OCBCNISP, #wanwir, #digitalisasi, #inovasi

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?