
Foto: Prima Sabrina
Menurut Ujang Solihin Sidik, Kepala Sub Direktorat Barang dan Kemasan, Direktorat Pengelolaan Sampah, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, setiap orang Indonesia menghasilkan sampah rata-rata 0,7 kilogram perhari. Bisa dibayangkan berapa banyak sampah yang dihasilkan ratusan juta masyarakat Indonesia dalam sehari jika diakumulasi.
Ujang menekankan pentingnya pengelolaan sampah, yang berarti kita harus memikirkan daur sampah sejak hulu hingga hilir. “Pengelolaan sampah yang terintegrasi harus dibangun. Pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha harus bersama-sama mendukung hal ini. Semua harus terlibat,” ujar Ujang.
Baru-baru ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI menetapkan ‘Peta Jalan Pengurangan Sampah Plastik Oleh Produsen’. “Kami menargetkan produsen untuk bisa mengurangi sampah yang berasal dari produk atau kemasan produk sebesar 30% pada tahun 2029. Target tersebut akan tercapai jika produsen terus lakukan inovasi dan membantu mengedukasi konsumen untuk menerapkan gaya hidup yang lebih bijak dalam menggunakan plastik serta mengelola sampah dari rumah tangga,” terang Ujang.

(foto: dok. Femina/ Prima Sabrina)
Para produsen mulai menyambut keseriusan pemerintah mengelola sampah, salah satunya PT Unilever Indonesia, Tbk. yang meluncurkan refill station pertamanya dalam acara jumpa pers memperingati Hari Peduli Sampah Nasional yang jatuh tiap tanggal 21 Februari di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Dalam refill station atau unit curah tersebut terdapat berbagai produk Unilever, mulai dari kecap hingga deterjen. Untuk mendapatkan produk ini, konsumen harus membawa kemasan sendiri dari rumah. Kemudian produk tersebut akan dicurahkan ke dalam kemasan milik konsumen. Tentu saja dilakukan pula proses penimbangan supaya konsumen mendapat besaran produk yang sesuai.
Refill station Unilever pertama ini berlokasi di Saruga Package-Free Shopping Store, Bintaro, Tangerang, Banten. “Sampah plastik masih menjadi masalah besar dunia, termasuk Indonesia. Kami percaya bahwa hal ini dapat diatasi jika semua pihak bekerja sama dan berkolaborasi. Proyek uji coba refill station ini adalah upaya kami untuk memberi pilihan pada konsumen yang ingin gunakan produk kami sekaligus kurangi penggunaan kemasan sekali pakai,” jelas Nurdiana Darus, Head of Corporate Affair and Sustainability Unilever Indonesia. (f)
BACA JUGA:
Olimpiade Tokyo 2020 Terancam Wabah COVID-19
Puncak Musim Hujan Masih Berlanjut Hingga Maret, Lakukan Hal Ini untuk Bertahan Saat Terjadi Banjir
4 Negara Baru Umumkan Wabah Korona Hanya dalam Waktu Sehari
Topic
#Unilever, #refillstation, #refillstationUnilever, #sampah, #kelolasampah, #lingkungan



