
Dok: Wings Corporation
Istilah bibir sumbing, tentu sudah banyak orang yang akrab. Tapi istilah craniofacial mungkin baru sedikit orang yang mengetahuinya. Kelainan craniofacial adalah kelainan pada tulang wajah dan jaringan lunak daerah kepala, , dan bibir sumbing merupakan satu dari beragam jenis kelainan craniofacial. Menurut Prof. Dr. dr. David S.P, Sp. BPRE(K), Ketua Yayasan Citra Baru, badan sosial yang bergerak di bidang medis untuk membantu pasien craniofacial, kelainan craniofacial memiliki tingkat kecacatan yang bervariasi, mulai dari yang teringan seperti bibir sumbing hingga kasus yang paling langka dan membutuhkan tindakan operasi beberapa kali.
Walaupun jumlah penderitanya cukup banyak, hingga kini kelainan ini belum diketahui secara pasti penyebabnya. Namun, diperkirakan sejumlah faktor seperti kekurangan vitamin B, asam folat, infeksi virus pada trimester pertama kehamilan, konsumsi obat bebas selama masa kehamilan, radiasi, hingga mutasi gen yang diturunkan atau kongenital (cacat bawaan lahir) menjadi penyebab kelainan ini. Sumbing pada bibir menduduki peringkat keempat kelainan bawaan pada wajah yang banyak terjadi di dunia. Di Indonesia sendiri kelainan sumbing pada bibir terjadi pada 2 dari 1.000 kelahiran bayi. Selain bibir sumbing, masih banyak lagi jenis kelainan craniofacial yang terjadi.
Melihat fakta di lapangan ini, Yayasan Wings Peduli Kasih milik Wings Corporation, produsen consumer goods, menggandeng sejumlah pihak seperti Yayasan Citra Baru Surabaya, RS Premier Surabaya, dan tim dokter dari RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk memberikan bantuan medis pada anak-anak penyandang craniofacial. MOU kerjasama yang ditandatangani pada 7 Desember lalu di RS Premier Surabaya, menargetkan sedikitnya 20 anak penyandang craniofacial untuk dioperasi setiap tahunnya.
“Sejak tahun 2008, Wings sebetulnya sudah bergerak membantu 200 anak penyandang craniofacial. Dengan adanya kerjasama ini, diharapkan kami bisa menjangkau lebih banyak anak lagi atau lebih banyak bentuk aksi sosial yang bisa dilakukan ke depannya,” ujar Muljo Kuncoro, Direktur General Affair Wings Corporation. Sinergi ini diharapkan dapat menginspirasi pihak lain untuk bersama-sama membantu penyandang craniofacial baik yang datang dari wilayah Jawa Timur hingga seluruh wilayah Indonesia.
Dalam kurun 9 tahun terakhir, Yayasan Wings Peduli Kasih telah banyak bergerak dalam aksi sosial. Bentuk bakti sosialnya pun tak terbatas pada bantuan medis, tetapi juga memberikan beasiswa pendidikan dan bantuan pada korban bencana alam. "Tak tertutup kemungkinan, anak-anak penyandang craniofacial yang berprestasi nantinya akan diberikan beasiswa pendidikan dan mendapatkan kesempatan bekerja di Wings Corporation," jelas Luciana Tanoyo, Direktur Yayasan Wings Peduli Kasih.
Penyandang craniofacial tak hanya berpotensi mengalami gangguan fungsi organ seperti kesulitan bernapas, perkembangan otak yang terganggu, atau kebutaan, mereka juga umumnya akan menghadapi persoalan psikologis seperti rasa minder hingga depresi. Itu sebabnya bantuan pada anak-anak ini akan sangat berarti bagi masa depan mereka. (f)
Topic
#CSR, #cranofacial


