BizNews
Belajar Bisnis Cokelat Lewat Factory Visit Ke Pabrik Tulip Chocolate Di Karawang

30 Jan 2019


Presiden Direktur PT. Freyabadi Indotama William Chuang memberikan
tip bisnis kepada rombongan wirausaha muda.
Foto-foto: Dani Indrianto
 
Alam Indonesia yang kaya komoditas, salah satunya cokelat, sudah diketahui banyak orang. Indonesia merupakan penghasil kakao (biji cokelat) terbesar ketiga di dunia. Sayangnya, meski sebagai penghasil kakao masyarakat secara umum masih berpandangan bahwa cokelat terbaik itu berasal dari luar negeri, khususnya Eropa. Pemain bisnis produk olahan cokelat juga belum sebanyak kopi, yang belakangan kian naik daun di tengah masyarakat.
 
Dengan latar belakang tersebut, program pembinaan bisnis Wirausaha Muda Mandiri (WMM) yang dimiliki Bank Mandiri, kali ini bekerjasama dengan program pengembangan komunitas Wanita Wirausaha Femina untuk melakukan pembinaan untuk wirausaha kuliner. Pada tanggal 21 Januari 2019, WMM berkunjung ke PT. Freyabadi Indotama, produsen Tulip Chocolate yang berlokasi di daerah Karawang.
 

Sebagian produk Tulip Chocolate.
 
Sudah lebih dari 20 tahun PT. Freyabadi Indotama bergelut di bidang cokelat, bersama dengan perusahaan minyak terbesar di Jepang, Fuji Oil, dan Delfi untuk menghasilkan Cokelat Tulip. Cokelat Tulip merupakan produsen cokelat terbesar di Indonesia sejak tahun 1960.

Dalam kunjungan tersebut, para wirausaha muda disambut hangat oleh Elly Puspitosari yang merupakan Head of Sales dan Ira Budiman, Deputy Director PT. Nirwana Lestari, perusahaan yang khusus menangani distribusi produk PT. Freyabadi Indotama. Mereka bercerita sedikit sejarah dari Cokelat Tulip dan bagaimana proses cokelat dari awal hingga akhir.

Pihak Tulip Chocolate pun berbagi pengetahuan, bagaimana dari buah cokelat menghasilkan biji-bijian cokelat yang dapat diproses menjadi tiga jenis cokelat yang berbeda yaitu, cokelat bubuk, couverture, dan compound.

Cokelat couverture adalah cokelat berbahan dasar cocoa butter sehingga akan cepat meleleh, namun mempunyai rasa yang enak. Cokelat compound yang berbahan dasar cokelat bubuk dengan campuran minyak nabati mempunyai kadar gula yang lebih tinggi sehingga tidak gampang meleleh dan biasanya digunakan untuk dekorasi kue. Tulip Cokelat mempunyai cukup banyak variasi jenis cokelat dasar yang sesuai dengan kebutuhan para pebisnis.


Bersiap masuk pabrik.
 
Sebagai perusahaan yang sangat besar, PT. Freyabadi Indotama mengoperasikan pabriknya dengan robot mesin demi untuk menjamin kualitas produknya. “Karyawan di pabrik sini hanya 400-an orang, karena sebagian besar dilakukan oleh robot,” ujar Ira.

Rombongan pebisnis muda pemenang kompetisi Wirausaha Muda Mandiri pun dipersilahkan untuk mengikuti tur kedalam pabrik. Tentu saja mengenakan pakaian pabrik lengkap yang telah disediakan. Area di dalam pabrik memang dijaga sesteril mungkin,. Ini terlihat mulai proses awal cokelat terbentuk menjadi cetakan kepingan dan cetakan blok, lalu proses packaging, hingga storage atau penyimpanan.

Setelah tur dalam pabrik, peserta dikejutkan oleh kehadiran William Chuang, Presiden Direktur Pt Freyabadi Indotama, yang sekaligus putra pendiri PT. Freyabadi Indotama. Beliau bercerita sedikit tentang pengetahuannya di bidang cokelat, hingga perjalanan beliau dari awal hingga mempunyai pabrik coklat terbesar di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara.

“Hal yang terpenting dalam bisnis adalah jangan lelah mengupas kulit demi kulit bisnis Anda sehingga Anda mengerti betul lekuk liku bisnis yang Anda geluti,” ujarnya.
 

Ira Budiman (kanan) menerima token of appreciation
dari Fadlanti Sharief, Senior Manager Corporate Secretary, Bank Mandiri.
 
 
William juga saling bertukar pikiran dengan peserta. Kepada Andi, pemilik Bakwan Malang Ajo, William memberi saran, bagaimana Andi perlu belajar segala hal tentang bakso, dari daging hingga pati yang dibutuhkan sebagai bahan tambahan untuk membuat bakso.

“Bandingkan, bagaimana rasa bakso dengan menggunakan pati yang berbeda-beda,” ujarnya. Menurut William, dengan mengetahui secara mendalam bisnisnya, juga akan menciptakan ide dan peluang baru.

Di akhir kunjungan, peserta dipersilahkan untuk mencoba produk-produk dari Cokelat Tulip. Mulai dari minuman coklat, cokelat couverture, hingga lima praline dengan rasa Nusantara yang sangat unik yaitu Nasi Uduk Truffle, Tolak Angin, Rawon Truffle, Rempeyek Chocolate Bar, dan Rendang Praline. Cukup unik kan? (f)

Penulis: Dhita Bimantoro (kontributor)

Baca Juga:

4 Kunci Sukses Dapur Cokelat Tetap Eksis Hingga Kini
 



Topic

#wanwir, #coklat, #bisnis, #bankmandiri

 

polling
Resolusi 2019

Prioritas yang ingin dicapai tahun iniSudah masuk tahun 2019, nih. Tentu sudah ada rencana dan resolusi yang ingin Anda capai.