BizNews
Hidangan Jerman Bertemu Indonesia? Chef Helge dan Petty Elliott Mewujudkannya di Goethe Institut

31 Dec 2018

Duta kuliner Jerman, Helge Hagemann, tiba di Jakarta untuk Wanderlust Küche – A Culinary Dialogue, sebuah proyek regional Goethe-Institut untuk wilayah Asia Tenggara, Australia, dan Selandia Baru. Berduet dengan chef-writer Petty Elliott, ia mewujudkan Magic Hour Dinner, sebuah sesi makan malam berisi hidangan persilangan dapur Jerman dan Indonesia.

Chef yang berbasis di Hamburg ini adalah anggota Die WerteKöche, gerakan kolektif antar koki di Jerman yang memiliki prinsip penggunaan bahan baku berkelanjutan, serta keberanian bereksplorasi. Anggota Die WerteKöche berkeliling dunia melakukan diplomasi kuliner Jerman. 

Melalui korespondensi email, Helge dan Petty sebelumnya bertukar cerita tentang gaya memasak khas dan bahan-bahan unik. Bertemu untuk pertama kalinya di dapur, kedua chef bekerjasama dengan mengesampingkan ego dan saling terbuka untuk masukan. Petty sempat mengajaknya blusukan ke pasar di Teluk Gong untuk berbelanja bahan. "Pasar tradisional adalah heart and soul di kota mana pun. Kita bisa melihat bahan lokal dan berkomunikasi dengan penjualnya. Interaksi yang mengagumkan," ujar chef asal Manado, ini.

Sederet hidangan Bavaria yang kasual serta racikan yang lebih gourmet, bertemu sentuhan rempah. Rasa baru yang terjalin baik. Hadir  antara lain pembuka berupa pretzel dan rice cracker yang bebas dicocol ke chicken liver parfait, sumba sambal terong, atau sambal matah kecombrang.

Sebagai hidangan utama, tampil Beef Tartar Rendang Sauce (atau Tempe with Rendang Sauce sebagai opsi vegetarian), Slow-Braised Chicken berbumbu pala dan daun cengkih, dicampur walnut dan anggur. Ada juga labu dengan mixed vegetable roulade. Sebagai penutup, Caramelized Spiced Apple berteman strawberry-long pepper sauce.

Berlangsung di Goethe - Institut Indonesian, pop up dinner berlangsung intimate, ditutup Helge yang berpidato menyentuh tentang diri yang terkesan pada bumbu Indonesia dan sambutan hangat Petty di dapur. 

Lima belas foto kuliner Indonesia turut dipamerkan di Goethe-Institut, disaring dari 312 kompetisi foto Instagram bertagar #culinarydialogueJKT. Foto pemenang utama berjudul "Babi Bakar Batu" karya Albertus Vembrianto dari Timika. Beberapa pemenang hadir dan berfoto bareng para chef. Anda yang ingin melihat foto-foto bermuatan budaya ini bisa mengaksesnya melalui link www.goethe.de/fotokuliner.

Dari dinner yang berlangsung penuh dialog antar tamu semeja, hingga interaksi manusia yang terekam dalam foto-foto kuliner berbudaya, disepakati bahwa makanan adalah titik pusat dalam kehidupan sosial. (f)

Baca juga: 

Lapis Legit Cempedak Keluarga Sastrawinata
Chavaty, Kafe Tea Latte Asal Jepang Yang Antreannya Selalu Mengular

 

Trifitria Nuragustina


Topic

#chefslife, #gotheinstitut, #bavarianfood, #foodreview

 

polling
Resolusi 2019

Prioritas yang ingin dicapai tahun iniSudah masuk tahun 2019, nih. Tentu sudah ada rencana dan resolusi yang ingin Anda capai.