BizNews
Beragam Upaya Dilakukan Agar UMKM Tetap Bergairah

17 Apr 2020


Foto: Pixabay


Selain bisnis skala nasional, lini bisnis skala mikro kecil dan menengah (UMKM) juga sangat merasakan dampak wabah COVID-19. Padahal, UMKM salah satu yang menjadi urat nadi ekonomi bangsa. Jutaan tenaga kerja terserap di bidang usaha ini.

Untuk itu, pemerintah terus berupaya agar UMKM terlindungi dari tekanan ekonomi, dampak dari COVID-19. Kementerian Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) RI memberikan perlindungan berbentuk dua skema, yaitu melalui mekanisme ekonomi dan bantuan sosial.

Menteri Koperasi dan UMKM RI, Teten Masduki mengatakan bahwa mekanisme ekonomi ditujukan bagi pelaku usaha yang masih bisa bertahan, sedangkan mekanisme bantuan sosial atau bansos untuk mereka yang terimbas, terutama di sektor mikro dan ultra mikro, seperti mereka yang tidak bisa lagi berjualan.

“Mereka sudah betul-betul harus segera ditolong. Tidak bisa lewat mekanisme ekonomi,” ujar Teten Masduki saat konferensi pers di Graha BNPB pada Rabu (15/4).

Teten menyampaikan bahwa ada enam program utama yang sudah disetujui oleh Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas terkait program mitigasi dampak COVID - 19 terhadap UMKM hari ini.

1/ Stimulus relaksasi kredit cicilan dan bunganya selama 6 bulan untuk penerima Kredit Usaha Rakyat (KUR), maupun juga penerima kredit ultra mikro di bawah Rp10 juta disalurkan lewat Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB), Permodalan Nasional Madani (PNM), Program Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM), Mekaar dan lewat ventura serta melalui pegadaian.

2/ Suntikan pembiayaan baru, kredit baru khususnya ultra mikro dengan menggunakan seluruh penyaluran kredit melalui kur, yang diperluas lewat berbagai saluran lewat Badan Layanan Umum (BLU) pemerintah, koperasi simpan pinjam, Bank Perkreditan Rakyat (BPR) maupun Baitul Maal Wat Tamwil (BMT).

3/ Penghupasan pajak. Pemerintah mengambil kebijakan penghapusan pajak untuk UMKM selama enam bulan.

4/ Banyak UMKM yang terpaksa menghentikan operasional bisnisnya karena beragam sebab seperti sulitnya mendapat bahan baku, kurang modal, dan minimnya pembeli. Berikutnya kementeriannya akan memberikan perluasan bansos bagi ultra mikro yang memang tidak bisa lagi berusaha. Kementerian Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) RI akan memberikan bantuan lewat program bantuan sosial (bansos).

5/ Mengontrol kualitas produk. Kementerian Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) RI akan membantu UKMM khususnya yang memproduksi alat pelindung diri untuk mengontrol kualitas produk serta mencari pasar.

6/ Meningkatkan daya beli. Stimulus daya beli sangat penting agar UMKM tetap berjalan. Program ini akan diintrasikan dengan pelaksanaan bansos, kartu sembako murah dengan pelibatan warung-warung tradisional. (f)


Baca Juga:
Ini Cara Mengembalikan Gairah Bisnis Setelah Pandemi COVID19 Berakhir
Bidang Usaha Ini Justru Menjanjikan Selama Pandemi COVID19
Menjadi Smart & Responsible Shopper, Simak Tipnya Di Sini!





 


Topic

#corona, #covid19

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?