Sex & Relationship
Seks Pada Si Penderita Jantung Koroner

21 Aug 2013


Ahli andrologi dan kesehatan reproduksi dari RS Baptis, Kediri, Dr. dr. Hudi Winarso, MKes., Sp.And.  banyak hal yang wajib diperhatikan oleh pasien jantung koroner pada saat akan berhubungan intim dengan pasangannya. Tak hanya aman bagi kesehatan pasien, cara ini juga membuat aktivitas seksual terasa nikmat. 

  • Layaknya olahraga, aktivitas bercinta juga membutuhkan tenaga cukup besar. Untuk itu, sebelum berhubungan intim, pasien jantung koroner sebaiknya mencari tahu dulu seberapa besar tenaga yang dimiliki lewat berlari di treadmill. Apabila kemampuan jantung hanya mencapai angka 2,5 metz (lihat indikatornya di monitor kontrol treadmill) pasien jantung koroner sebaiknya berada di bawah pasangannya dan menjadi pihak yang pasif. Tetapi, jika kemampuan jantung mencapai 3,2 metz, posisi pasien boleh berada di atas, tetapi disertai gerakan minim tenaga.
  • Selain itu, perhatikan juga kondisi tempat berhubungan intim. Pilih ruangan yang memiliki suhu yang tidak terlalu panas ataupun dingin. Menurut dr. Hudi, suhu ruangan harus membuat pasien dan pasangannya   sama-sama merasa nyaman supaya aktivitas bercinta tetap terasa nikmat. Selain itu, suhu ruangan yang terlalu panas atau dingin bisa memicu detak jantung menjadi lebih cepat.
  • Penderita jantung koroner yang aktif mengonsumsi obat-obatan jenis nitrat  sebaiknya tidak mengonsumsi obat penambah gairah dalam waktu bersamaan. Beri jeda setidaknya 8 jam untuk mengonsumsi masing-masing obat. Sebab, bila dikonsumsi secara bersamaan atau dalam waktu berdekatan, pembuluh darah akan terbuka sangat lebar, sehingga menyebabkan tekanan darah pasien akan menurun drastis.
  • Pasien penderita jantung koroner  tidak diperbolehkan berhubungan intim dengan orang yang bukan pasangannya. Bukan alasan moral yang menjadi penyebab larangan ini, tapi murni kesehatan. “Bercinta dengan orang yang bukan pasangannya akan membuat pasien jantung koroner merasa lebih bergairah. Akibatnya, pasien pun membutuhkan energi yang jauh lebih besar,” jelasnya. Menurut dr. Hudi, saat bercinta dengan pasangan, pasien biasanya butuh kemampuan jantung sebesar 3 metz. Tapi, saat bercinta dengan orang yang bukan pasangannya, kemampuan jantung pasien bisa mencapai 9 - 12 metz. “Hal ini sangat berbahaya karena bisa menyebabkan pasien mengalami gagal jantung, dan berujung pada kematian mendadak,” katanya.





 

polling
Resolusi 2019

Prioritas yang ingin dicapai tahun iniSudah masuk tahun 2019, nih. Tentu sudah ada rencana dan resolusi yang ingin Anda capai.