Sex & Relationship
Risiko Kehamilan di Atas 40

24 Dec 2011

Tanya:
Saya baru saja menikah dan ingin segera memiliki momongan. Masalahnya, umur saya sudah hampir 40 tahun, dan, menurut banyak orang, usia saya ini sangat rawan jika hamil. Rawan bagi ibu dan juga bagi bayi. Tapi, hal itu tak mengubah keinginan saya untuk tetap hamil. Toh, saya memang terlambat menikah. Jadi, secara otomatis, punya anaknya pun terlambat, bukan menundanya secara sengaja. Bagaimana caranya mengurangi risiko kehamilan pada ibu dan bayi ini?

Jawab:
Memang, ada dua risiko yang mungkin terjadi, yaitu risiko pada ibu dan risiko pada bayi. Sel telur itu kan sudah ada di dalam organ reproduksi sejak wanita dilahirkan. Namun, setiap bulan sel telur itu dilepaskan satu per satu karena sudah matang. Berarti, sel telur yang tersimpan selama hampir 40 tahun ini usianya juga sudah cukup tua. Mengapa jadi berisiko? Karena, selama itu sel telur mungkin terkena paparan radiasi. Akibatnya, kehamilan di atas usia 40 itu berisiko melahirkan bayi yang cacat. Kecacatan yang paling umum adalah down syndrome (kelemahan motorik, IQ rendah). Tapi, bisa juga cacat fisik.

Risiko kedua adalah pada ibu. Memasuki usia 35, wanita sudah harus berhati-hati ketika hamil karena kesehatan reproduksi wanita pada usia ini menurun. Kondisi ini akan makin menurun ketika memasuki usia 40 tahun. Risiko makin bertambah karena pada usia 40 tahun, penyakit-penyakit degeneratif (seperti tekanan darah tinggi, diabetes) mulai muncul. Selain bisa menyebabkan kematian pada ibu, bayi yang dilahirkan juga bisa cacat.

Tapi, jika selama ini Anda rajin menjaga kebugaran tubuh, Anda tak perlu terlalu khawatir. Karena, Anda tetap bisa melahirkan secara normal. Anda dan bayi pun akan sehat-sehat saja. Ada baiknya Anda berkonsultasi kepada dokter mengenai asupan gizi yang perlu bagi kesehatan kehamilan Anda nanti. (f)




 

polling
Investasi Reksa Dana

Reksa dana adalah salah satu jenis investasi yang populer di antara banyak kalangan. Selain memberikan return yang cukup tinggi, investasi reksa dana juga tidak memerlukan modal yang besar (mulai dari Rp100.000).  Jenis reksa dana yang bisa dipilih p