Dengan semua kesibukannya, Bunga Citra Lestari merasa beruntung putranya tidak pernah membuatnya merasa bersalah karena ia terlalu sibuk bekerja. Pernah suatu kali, saat Bunga sedang bekerja, Noah menelepon dan mengatakan bahwa ia harus pergi ke dokter karena batuk. Waktu itu Ashraf sedang di Malaysia, sedangkan ibu Bunga sedang di luar kota. Akhirnya Bunga pun membiarkan Noah pergi ke dokter hanya bersama pengasuhnya.
“Saat saya pulang, dia bercerita bahwa dia sendiri yang bertanya kepada dokter mengapa dia sakit dan dinasihati dokter tidak boleh makan cokelat dulu. Saya bersyukur Noah sangat mandiri. Saya hanya mengatakan, lain waktu kami harus berusaha mengatur waktu lebih baik lagi agar kejadian tersebut tidak terulang,” ungkap Bunga.
Bunga juga merasakan perubahan sikap yang membanggakan dari Noah selama Ashraf bekerja di Malaysia. Anaknya itu menjadi sangat perhatian dan protektif. Ia mengingatkan Bunga untuk menghabiskan makanannya supaya jangan sakit atau supaya tidak pulang terlalu malam.
Sebelum berangkat ke Malaysia, Ashraf sempat berpesan kepada Noah, “You are the man in the house dan harus menjaga Mami.” Rupanya, pesan itu benar-benar dilakukan. “Ia selalu bertanya, saya pergi ke mana, dengan siapa, dan pulang jam berapa. Dia merasa bertanggung jawab dan itu sweet,” ungkap Bunga.
Sebagai ibu, ia selalu mengajarkan Noah untuk merasa bahagia. Tiap menjelang tidur, Noah harus memikirkan lima hal yang membuatnya bahagia hari itu, sekalipun hari itu adalah hari yang buruk. “Ini saya lakukan untuk membiasakannya bersyukur,” ujar Bunga. (f)


