Shopping List
Kelas Cake Jadi Rebutan

18 Dec 2015

Di dunia demo masak yang maju, para seniman cake dan pastry terbang dari satu negara ke negara lainnya memenuhi jadwal mengajar, tak kalah dengan band yang sedang tur. Selebritas sibuk ini, sebut saja Jacqueline Butler, Verusca Walker, hingga Handi Mulyana, mendapatkan murid yang juga rela terbang ke Jakarta. Mereka bertemu di satu titik: Sugar World Academy, Jakarta.

Murid memiliki kesadaran untuk mengejar ‘artisnya’. Semua kelas bulan Desember sudah penuh, sementara banyak kelas di tahun 2016 sudah terisi. Kelas Wendy Kromer bisa jadi contoh yang jadi rebutan. Ia mantan muse Christian Dior yang beralih profesi menjadi desainer cake dalam semua terbitan Martha Stewart Wedding.
    
Tempat kursus semacam ini diistilahkan cake house, khas memiliki host yang berperan menyambut murid dalam standar tertentu,  misal ruang tamu eksklusif, kelas dengan perlengkapan yang tak boleh memiliki kekurangan, makan siang yang pantas, hingga kopi, teh, dan snack tanpa batas di dalam kelas. Target pasar menyukai suasana personalized ini. “Ada murid yang  berpindah ke kami lantaran mengeluhkan tempat lain yang kepo dengan latar belakangnya,” jelas Dewi Hasan, host sekaligus pemilik Sugar World Academy yang dibuka 1,5 tahun tahun lalu.

Kebanyakan peminat adalah pehobi. Dewi sempat menanyakan alasan ke seorang murid yang tampak ‘kecanduan’ kursus di sini. Rupanya sang murid bersyukur bertemu Sugar World karena hidupnya berubah 360 derajat. Ia meninggalkan kegiatan arisan mewah, mengurangi belanja sepatu dan tas mahal karena menemukan kenikmatan memasak. Dalam waktu 3-4 bulan, murid yang belajar dari nol itu sudah sibuk memenuhi pesanan dari sabang hingga  merauke!  

Seorang host membutuhkan lebih dari sekadar kepribadian hangat. “Walau terlihat glamor, host tak cuma mengurus murid, tapi juga detail-detail untuk instruktur, seperti melakukan booking setahun sebelumnya, memenuhi list perlengkapan, menyambut di bandara, hingga mencarikan city tour untuk waktu senggang instruktur,” urai Dewi. Ia biasanya janjian dengan sejumlah cake house mancanegara untuk berbagi ongkos perjalanan instruktur.

Lokasi di Kemang dipilih karena banyak supermarket untuk kemudahan belanja, akses yang nyaman bagi target pasar, padat hotel dan relatif aman bagi instruktur dan murid luar negeri. Kawasan lain sempat dipertimbangkan, namun batal karena karakter demografinya yang dirasakan Dewi belum siap dengan sesuatu yang fine.
Harga 2,5 juta rupiah tak bisa dibilang murah, namun ilmunya lebih nempel berkat sistem hands-on. Satu whole cake –bukan porsi bagi-bagi--bisa dibawa pulang, dan terbuat dari bahan pilihan. Sugar World tak menggandeng sponsor karena belum ingin punya keterikatan. Cake yang dibuat oleh instruktur dilelang di akhir kelas untuk dana panti asuhan.

Jika dulu Sugar World hanya berfokus pada cake decorating, kini Anda yang tertarik baking, seperti membuat pastry, lapis legit, dan lapis surabaya serta es krim, bisa menjumpainya dalam ‘kurikulum’ Sugar World. “Kue lapis menggunakan instruktur inhouse dan sangat laris. Pelajar Malaysia dan Singapura menggilai sesi ini lantaran menilai kue lapis Indonesia lebih flavourful dibanding versi negara mereka, ha… ha… ha…,” ujarnya, tergelak. (f)



 

polling
Resolusi 2019

Prioritas yang ingin dicapai tahun iniSudah masuk tahun 2019, nih. Tentu sudah ada rencana dan resolusi yang ingin Anda capai.