Trending Topic
Jangan Bilang Dia Nakal…

28 Apr 2012

Menurut Alissa Wahid, psikolog, hindari menyebut anak Anda nakal, karena bisa terjadi salah pengertian bagi anak. Ia mengira Anda membencinya dengan menyebut demikian. Padahal, yang Anda maksudkan adalah ‘perilakunya’ yang kurang berkenan. Inilah beberapa masukan untuk membuat anak benar-benar merasa dicintai.
  1. Unconditional love harus diberikan penuh, lewat kata-kata dan pelukan. Termasuk saat memberikan hukuman. Misalnya, balita Anda menangis di mal, dan Anda mengatakan, “Jika terus menangis tanpa sebab, kita akan pulang.”  Anak terus menangis, maka anak pun dibawa pulang. Namun, di mobil,  anak itu harus dipeluk, sehingga anak tahu, itu bukan karena dirinya, tapi karena sikapnya. 
  2. Fokus pada perilaku ketika memberi feedback. Hindari menyebut ‘anak  nakal’ kepada anak Anda. Sebab, kata itu menunjuk pada orang. Sebaliknya, tunjukkan yang benar, “Ibu nggak suka kalau kamu kebanyakan nonton TV. Ibu tak mau kamu memukul teman.”  Anak pun tidak merasa ditolak.
  3. Bangun citra diri sehat. Jangan irit pujian. Yang banyak orang tua lakukan adalah, kalau anak salah diberikan omongan yang panjang. Sebaliknya, jika ia baik-baik saja, tidak diberi pujian. Perilaku salahnya yang banyak diberi masukan, bukan perilaku baiknya. Padahal, pujian itu akan memperkuat perilaku positif dan memberi makan pada egonya. Hasilnya, anak akan merasa berharga.
  4. Pelajari bahasa cinta anak-anak. Ada 5 bahasa kasih yang berbeda-beda, semacam bensin dengan mobil. Tak semua orang punya tangki yang sama. Ada anak yang suka mendapat pujian, ada yang dilayani (disiapkan sarapan oleh ibunya, ditemani ketika sikat gigi), atau sentuhan lewat pelukan. Ada pula yang suka diberikan hadiah, karena ia merasa orang tuanya telah melakukan effort  ketika mencari hadiah itu. (f)



 

polling
Pertimbangan Dalam Memilih Kartu Kredit

Belakangan ini bank makin kreatif dan gencar dalam meluncurkan kartu kredit. Mereka pun bersaing memberikan berbagai fasilitas untuk menggaet pengguna baru.