True Story
Cerita Cinta Nana Mirdad & Andrew White yang Meninggalkan Dunia Hiburan Demi Cinta

13 Jan 2018


Foto: Dok. Pribadi

Sudah lebih dari satu dekade Nana Mirdad (32) menghabiskan hidupnya bersama dengan Andrew White (32). Hampir 12 tahun menikah, rentetan suka dan duka telah mereka lewati. Terlebih ketika keduanya harus membuat keputusan sulit: meninggalkan dunia seni peran yang telah membesarkan nama mereka. Sejak 8 tahun lalu mereka pindah dan menetap di Bali. Andrew meneruskan bisnis keluarga, sedangkan Nana menjadi ibu rumah tangga. Bagi mereka, demi cinta dan keluarga, tak ada yang mustahil.
 
Energi Positif
Di sebuah kafe di Jakarta, Nana dan Andrew pertama kali bertemu pada tahun 2005, dikenalkan seorang teman. Pertemuan itu berjalan biasa saja, tidak ada yang istimewa. Namun, di balik itu, Nana ternyata menyimpan sebuah rasa ingin memiliki pasangan hidup seperti pria yang baru saja ia kenal itu. Ia kagum
pada keramahan dan ketampanan Andrew. Di matanya, Andrew begitu berkarisma.
 
Hal ini berbeda dengan Andrew, yang menganggap perkenalan itu biasa saja, walau ia tahu Nana public figure dan anak pasangan Jamal Mirdad dan Lydia Kandou. Tapi, tak butuh waktu lama untuk mendekatkan keduanya. Kesempatan bekerja sama dalam beberapa sinetron membuat mereka  akhirnya akrab.
 
Berawal dari lokasi syuting sinetron Si Cantik dan Si Buruk Rupa, saat itu Andrew menjadi bintang utama bersama Lydia Kandou, sedangkan Nana berperan sebagai bintang tamu. Kebersamaan keduanya berlanjut di sinetron Dikejar Dosa. Syuting tiap hari membuat keduanya makin dekat. Tak lagi sebatas teman, tapi sebagai sepasang kekasih. “Sejak itu kami berteman dekat sekali,” ujar Nana tersipu.
 
Nana nyaman karena Andrew enak diajak ngobrol dan tak suka mengatur. Sementara Andrew terpikat dengan kepribadian Nana yang tidak materialistis, hidup apa adanya. “Padahal, saat itu saya tidak berniat menikah dengan sesama artis. Tapi, tutur kata dan pembawaan Nana yang dewasa membuat saya yakin untuk menikahi dia,” kata Andrew, tersenyum.
 
Setiap berada di sisi Nana, Andrew merasakan ada aliran energi positif yang ikut memengaruhi jiwanya. Selain itu, keduanya juga memiliki hobi dan kegemaran yang sama. Kecocokan dan keterikatan yang kuat pula yang akhirnya mendorong Andrew dan Nana menikah di usia yang terbilang muda, 20 tahun, pada 13 Mei 2006.
 
Bukan keputusan mudah membangun rumah tangga saat keduanya masih mengejar karier. Apalagi mereka langsung dikaruniai buah hati. Mereka yang menganggap sudah sangat cocok satu sama lain, justru setelah menikah sering terjadi ketidakcocokan. Masalah terus menggedor benteng cinta mereka.
 
Nana mengaku bahwa ia sering menangis di awal-awal pernikahan karena perbedaan pendapat dengan Andrew. Namun, semarah dan sebesar apa pun masalah, tak pernah keluar ancaman berpisah. Bagi wanita kelahiran Jakarta, 14 Maret 1985 ini, pernikahan adalah hubungan yang harus dijalani berdua dan dijaga keutuhannya hingga maut memisahkan.
 
Prinsip serupa yang juga dipegang Andrew. “Kami disatukan oleh Tuhan, tidak akan bisa dipisahkan oleh manusia. Jika ada percekcokan, mungkin karena kami belum saling mengenal baik. Hubungan pacaran kami tak sampai satu tahun. Prinsip saya, kami harus siap menerima kelebihan dan kekurangan masing-masing,” kata Andrew, tegas. Keyakinan yang membuat keduanya mampu melewati 12 tahun pernikahan dengan dua anak.
 
Termasuk ketika 8 tahun lalu mereka memutuskan untuk pindah ke Pulau Bali dan meninggalkan dunia seni peran yang pernah membesarkan nama mereka. Andrew meneruskan bisnis keluarga, salah satunya bergerak di bidang konstruksi kolam renang, sedangkan Nana menjadi ibu rumah tangga. “Saya sempat dilema karena harus meninggalkan pekerjaan sebagai pekerja seni. Tapi, demi kebaikan dan masa depan keluarga, saya mengalah,” ujar Nana.
 

Desiyusman Mendrofa


Topic

#kisahcinta

 

polling
Pertimbangan Dalam Memilih Kartu Kredit

Belakangan ini bank makin kreatif dan gencar dalam meluncurkan kartu kredit. Mereka pun bersaing memberikan berbagai fasilitas untuk menggaet pengguna baru.