
Dok. Media Centre ASEAN
Dua tarian khusus ditampilkan untuk menyambut para pimpinan negara-negara ASEAN dan delegasi di bandara Soekarno-Hatta.
Kedua tarian tersebut adalah Tari khas Betawi, Geol Manis, dan Tari Walijamaliha khas Banten. Sambutan ini menjadi daya tarik sendiri bagi tamu kehormatan.
Tari Geol Manis Betawi adalah tarian tradisional yang berasal dari Jakarta yang menggambarkan kesenangan dan keceriaan anak-anak Betawi yang sedang bermain. Ciri khas dari tari tersebut adalah gerakan yang lincah dan penuh semangat. Para penari, yang biasanya berjumlah genap, berpasangan.
Penari Geol Manis biasanya mengenakan pakaian tradisional yang terdiri dari kebaya untuk perempuan dan baju koko untuk laki-laki. Pakaian ini dilengkapi pula dengan atribut hiasan seperti selendang, kain batik, dan topi.
Tarian ini diiringi musik khas Betawi seperti Tanjidor dan Gambang Kromong yang merupakan perpaduan alat musik seperti terompet, drum, dan beberapa alat musik tradisional lainnya.
Sedangkan Tari Walijamaliha khas Banten dilakukan oleh para penari wanita, menggambarkan keanggunan dan kelembutan. Tarian ini diciptakan untuk memperingati heroisme Nyi Ageng Serang, pahlawan wanita dari Banten yang dikenal dengan keberaniannya melawan penjajah.
Karenanya gerakan dalam tari Walijamaliha melambangkan keanggunan sekaligus keberanian.
Para penari Walijamaliha mengenakan pakaian tradisional Banten yang terdiri dari kebaya, selendang, dan kain batik yang menggambarkan keanggunan wanita. (f)
Baca juga:
Pesan Siwon Tentang Kesejahteraan Anak di KTT ASEAN 43 Jakarta
Presiden Joko Widodo dan Ibu Iriana Sambut Tamu KTT ASEAN 2023 di Area Bernuansa Hutan Hujan Tropis
Yakin Berinvestasi dengan Cerdas
Kedua tarian tersebut adalah Tari khas Betawi, Geol Manis, dan Tari Walijamaliha khas Banten. Sambutan ini menjadi daya tarik sendiri bagi tamu kehormatan.
Tari Geol Manis Betawi adalah tarian tradisional yang berasal dari Jakarta yang menggambarkan kesenangan dan keceriaan anak-anak Betawi yang sedang bermain. Ciri khas dari tari tersebut adalah gerakan yang lincah dan penuh semangat. Para penari, yang biasanya berjumlah genap, berpasangan.
Penari Geol Manis biasanya mengenakan pakaian tradisional yang terdiri dari kebaya untuk perempuan dan baju koko untuk laki-laki. Pakaian ini dilengkapi pula dengan atribut hiasan seperti selendang, kain batik, dan topi.
Tarian ini diiringi musik khas Betawi seperti Tanjidor dan Gambang Kromong yang merupakan perpaduan alat musik seperti terompet, drum, dan beberapa alat musik tradisional lainnya.
Sedangkan Tari Walijamaliha khas Banten dilakukan oleh para penari wanita, menggambarkan keanggunan dan kelembutan. Tarian ini diciptakan untuk memperingati heroisme Nyi Ageng Serang, pahlawan wanita dari Banten yang dikenal dengan keberaniannya melawan penjajah.
Karenanya gerakan dalam tari Walijamaliha melambangkan keanggunan sekaligus keberanian.
Para penari Walijamaliha mengenakan pakaian tradisional Banten yang terdiri dari kebaya, selendang, dan kain batik yang menggambarkan keanggunan wanita. (f)
Baca juga:
Pesan Siwon Tentang Kesejahteraan Anak di KTT ASEAN 43 Jakarta
Presiden Joko Widodo dan Ibu Iriana Sambut Tamu KTT ASEAN 2023 di Area Bernuansa Hutan Hujan Tropis
Yakin Berinvestasi dengan Cerdas
Petty S. Fatimah
Topic
#FeminaIndonesia, #Trending, #ASEAN


