
Dok. Rawpixel
Pandemi COVID-19 tak hanya berdampak buruk bagi kesehatan fisik masyarakat dunia, tapi juga memberikan tamparan yang keras bagi kesehatan mental kita semua. Seperti yang disampaikan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bahwa pandemi virus corona ini bisa jadi bibit penyebab krisis kesehatan mental.
Devora Kestel, Direktur Departemen Kesehatan Mental dan Penggunaan Zat di Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization atau WHO) mengatakan bahwa isolasi, ketakutan, ketidakpastian dan gejolak ekonomi dalam keluarga dapat menyebabkan tekanan psikologis.
Saat mempresentasikan laporannya kepada PBB, Kestel menyoroti bahwa tenaga medis, orang tua, wanita, anak-anak, dan mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu, menunjukkan tingkat tekanan psikologis yang tinggi. Dan mereka yang sudah memiliki kondisi kesehatan mental tertentu, dapat menghadapi kondisi yang lebih buruk lagi akibat pandemi.
Laporan PBB pun juga menunjukkan bahwa setahun sebelum pandemi, depresi dan kegelisahan telah merugikan perekonomian global hingga mencapai lebih dari 1 triliun dolar AS. Dan apabila krisis kesehatan mental terjadi akibat virus corona ini, akan menyebabkan kerugian yang jauh lebih besar lagi.
Walau kesehatan mental secara signifikan berpengaruh pada kerugian negara, sayangnya menurut PBB negara rata-rata hanya menghabiskan dua persen dari anggaran pelayanan kesehatan mereka untuk kesehatan mental. Maka dari itu, PBB pun merekomendasikan agar masing-masing negara mengembangkan dan menetapkan anggaran untuk perawatan kesehatan mental untuk masyarakat, terutama di tengah pandemi COVID-19 ini.
Karena itu, Kestel merekomendasikan agar negara mengembangkan dan mendanai rencana nasional yang mengalihkan perawatan kesehatan mental dari lembaga ke layanan masyarakat. Selain itu, mereka harus memastikan cakupan untuk kondisi kesehatan mental dalam paket asuransi kesehatan dan membangun kapasitas sumber daya manusia untuk memberikan kesehatan mental dan perawatan sosial yang berkualitas di masyarakat.
“Kesehatan mental dan kesejahteraan seluruh masyarakat telah sangat dipengaruhi oleh krisis ini dan merupakan prioritas yang harus segera diatasi,” jelasnya mengingatkan. (f)
BACA JUGA :
Terapkan Skenario New Normal Mulai 1 Juni, Pemerintah Minta Masyarakat Tetap Lakukan Protokol COVID-19
Peringatan WHO : COVID-19 Mungkin Tidak Akan Hilang
Temuan Baru : Virus Corona Ditemukan di Sperma, Apakah Berhubungan Seks di Tengah Pandemi COVID-19 Tak Lagi Aman?
Topic
#corona, #kesehatanmental


