Trending Topic
Google WomenWill Ikut Mendorong Bisnis Wanita Go Digital

18 May 2017


Foto: RFF

Kehidupan modern tak bisa dipisahkan dari penggunaan internet. Data Google Consumer Behaviour 2016 menunjukkan, terdapat 100 juta lebih pengguna internet di Indonesia, dan sekitar 75% di antaranya mengakses internet setiap hari.
 
Sayangnya, wanita belum memanfaatkan internet secara maksimal. Menurut Badan Pusat Statistik, 47% wanita wirausaha di Indonesia jarang memanfaatkan teknologi seperti komputer atau internet dalam mengembangkan bisnis mereka. Padahal, ranah digital berpotensi membuka peluang usaha yang lebih besar, mulai dari menemukan pelanggan baru hingga meningkatkan efektivitas kerja.
 
Sementara itu, laporan International Finance Corporation tahun 2016 mengungkap bahwa wanita memiliki 51% usaha mikro dan kecil, namun hanya 34% dari total bisnis berskala menengah. Ini menunjukkan bahwa wanita masih membutuhkan dukungan dalam hal penguasaan teknologi digital untuk memerbesar bisnis mereka.
 
Fakta ini mendorong Google Indonesia untuk menggelar Konferensi Womenwill yang pertama di Jakarta, Rabu (17/5) lalu, dengan berfokus pada pengembangan UMKM yang dikelola wanita. Dihadiri lebih dari seribu wanita wirausaha, konferensi ini merupakan bagian dari program Womenwill global yang bertujuan untuk memberdayakan wanita.

Baca juga:
 
“Kami ingin mendukung pengusaha UMKM wanita, sebab berdasarkan survei Deloitte bisnis yang masuk ke pasar online bisa tumbuh 80% lebih cepat,” ujar Veronica Utami, Head of Marketing Google Indonesia, saat membuka  acara. Konferensi Womenwill juga akan digelar di empat kota lainnya, yaitu Bandung (24 Mei), Surabaya (Juni), Semarang (Juli), dan Denpasar (Agustus).
 
Inisiatif Google lewat Google Business Groups (GBG) untuk mendukung bisnis wanita sebelumnya telah berlangsung melalui kelas pelatihan bulanan Gapura (kini Gapura Digital) sejak tahun 2014. Upaya untuk mengembangkan komunitas wanita wirausaha pun terus digulirkan lewat berbagai kolaborasi dengan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA), Wanita Wirausaha (Wanwir) Femina, dan pihak-pihak lainnya.
 
Selain memerkenalkan langkah-langkah untuk membawa bisnis ke ranah digital lewat Google Bisnisku, Konferensi Womenwill turut menghadirkan sharing session dari para wanita wirausaha, juga diskusi panel yang menghadirkan Asisten Deputi Kesetaraan Gender Bidang Ekonomi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dra. Eko Novi Ariyati, R.D., M.Si, Deputi Direktur 2 Penguatan Komunitas Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) Romlawati, Ketua Umum Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Nita Yudi, Philia Wibowo dari McKinsey Indonesia, Head of Policy Google Indonesia Shinto Nugroho, dan CEO Femina Group Svida Alisjahbana
 
“Kolaborasi Wanita Wirausaha Femina dengan GBG diharapkan bisa memberikan platform untuk memajukan komunitas Wanwir, yang telah berjumlah lebih dari 20.000 wanita wirausaha di seluruh Indonesia dalam hal pembekalan pengetahuan seputar bisnis online,” ujar Svida. (f)


Reynette Fausto


Topic

#DigitalLife #WanitaWirausaha

 

polling
Dana Darurat

Idealnya, kita memiliki tabungan khusus untuk situasi darurat, yang biasa disebut dengan dana darurat. Jumlahnya, setidaknya 3 kali pengeluaran bagi lajang, sedangkan bagi mereka yang sudah berkeluarga diharapkan memiliki dana darurat sebesar 6 kali penge

Apakah Anda memiliki dana darurat?