Travel
Menyuapi Domba di Pang Tong Palace, Thailand Bagian Utara

16 May 2018


Foto-foto: DES

Pengantar: Atas undangan Tourism Authority of Thailand (TAT), Jakarta, Redaktur Feature femina, Desiyusman Mendrofa, mengunjungi Propinsi Mae Hong Son dan Chiang Mai, Thailand pada 17-23 Maret 2018 lalu. Destinasi pilihan untuk wisata keluarga dan kuliner.

Berangkat dari Jakarta pada Sabtu, 17 Maret 2018, siang. Setelah tiga jam penerbangan, kami sampai di Bandar Udara Internasional Suvarnabhumi, Bangkok. Di bandara udara terbesar Negara Gajah Putih ini kami transit untuk menuju ke Propinsi Chiang Mai. Perjalanan dari Bangkok ke Chiang Mai sekitar 50 menit.
 
Sesampainya di Chiang Mai, kami langsung menuju salah satu restoran yang populer yaitu The River Market Restaurant untuk makan malam.
 
Esoknya, Minggu, 18 Maret 2018, kami kembali meneruskan perjalanan. Tujuan kami adalah Propinsi Mae Hong Son, salah satu propinsi di Thailand bagian udara yang memesona. Dari Chiang Mai ke propinsi yang berdekatan dengan negara Myanmar ini butuh waktu sekitar 45 menit penerbangan.
 
Bila menggunakan transportasi udara dari Bangkok, kita harus transit di Chiang Mai. Memang ada transportasi darat seperti bus, namun itu akan sangat melelahkan karena jalanannya berkelok-kelok dengan ribuan tikungan tajam.
 
Selain pesawat, transportasi pilihan terbaik dari Bangkok adalah kereta api, lalu transit di Chiang Mai. Apapun transportasi digunakan, Chiang Mai akan menjadi titik transit.  
 
Sekitar pukul 10 pagi waktu setempat, kami sampai di bandara Mae Hong Son. Cuaca cerah namun tidak terlalu panas. Mungkin karena dampak dari kabut yang selalu menyelimuti wilayah ini.    
 
Untuk diketahui, Mae Hong Son memiliki nama lain sebagai kota kabut. Sebab sekitar 90 persen wilayahnya dikelilingi pegunungan yang hampir sepanjang tahun tertutup kabut. Kabut berasal dari kebakaran hutan di musim panas, embun ketika musim hujan, atau kabut saat memasuki musim dingin. Walau berkabut, namun Mae Hong Son sangat aman untuk dikunjungi.  
 

 

Menaiki mobil sekitar 40 menit dari bandara, kami pun sampai di sebuah kawasan Pang Tong Palace. Kawasan ini merupakan milik kerajaan Thailand, dulunya sering dikunjungi oleh ratu.
 
Pembangunan kawasan ini diinisiasi oleh kerajaan. Dirancang untuk mempromosikan pertanian. Khususnya penelitian, studi dan pengembangan pertanian lokal untuk penduduk desa. Tak heran bila terlihat perkebunan kopi dan buah dari segala jenis. Serta hewan ternak seperti domba.

 
Sebuah tempat untuk dikunjungi oleh para wisatawan telah disediakan oleh pengelola. Di tempat inilah pengunjung bisa memberikan makan beberapa ekor domba. Di seberangnya yang dibatasi oleh jalan terdapat juga kawanan domba.
 
 
 
Selain memberikan makan domba, saya pun berinteraksi dengan beberapa para pengrajin tenun khas Mae Hong Son. Uniknya, benang pembuatan tenun berasal dari bulu domba yang juga diolah di tempat yang sama. (f)

Baca Juga: 

Thai Farm Cooking School, Tempat Belajar Masakan Khas Thailand di Chiang Mai

Chiang Mai Night Bazaar, Pasar yang Wajib Dikunjungi Saat Berada di Chiang Mai
 

Desiyusman Mendrofa


Topic

#wisatathailand, #chianmai, #jalanjalanthailand

 

polling
Pertimbangan Dalam Memilih Kartu Kredit

Belakangan ini bank makin kreatif dan gencar dalam meluncurkan kartu kredit. Mereka pun bersaing memberikan berbagai fasilitas untuk menggaet pengguna baru.