Travel
Malaysia dan Singapura Duduki Posisi Puncak Wisata Muslim Dunia

14 Apr 2018


Dok: Pexels
 
Malaysia dan Singapura berhasil mempertahankan posisi mereka sebagai destinasi utama pada pasar wisata Muslim global, sementara negara-negara saingan lainnya mulai menyusul dengan cepat. Temuan tersebut berdasarkan riset tahunan Mastercard-CrescentRating Global Muslim Travel Index (GMTI) 2018.
 
GMTI merupakan penyedia data berbasis wawasan terdepan yang membantu negara destinasi wisata, jasa perjalanan, dan investor untuk mengetahui perkembangan kesehatan dan pertumbuhan segmen wisata muslim.
 
Riset yang mencakup 130 destinasi, menunjukkan bahwa Malaysia berhasil mempertahankan posisinya di puncak peringkat negara-negara Organisasi Kerjasama Islam (OKI) dengan skor 80.6. Sementara Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan dari tahun ke tahun dan kini menduduki posisi kedua bersama Uni Emirat Arab dalam peringkat GMTI secara keseluruhan dengan skor sama 72,8. Sedangkan Singapura dengan skor 66,2, mempertahankan posisi puncaknya untuk destinasi non-OKI, diikuti oleh Thailand dan Inggris.
 
Indeks ini menunjukkan bahwa sejumlah negara non-Organisasi Kerja sama Islam (OKI) di Asia berhasil menaikkan peringkat mereka. Hal ini merupakan hasil dari upaya-upaya mereka dalam menyesuaikan layanan guna menarik serta memenuhi kebutuhan wisatawan Muslim.
  
Studi GMTI 2018, yang diluncurkan secara resmi di Jakarta ini, semakin memperjelas bahwa pasar wisata Muslim akan terus tumbuh dengan pesat dan diperkirakan akan mencapai USD220 miliar pada tahun 2020. Bahkan pasar ini juga diproyeksikan akan terus tumbuh hingga USD80 miliar dan mencapai USD300 miliar pada tahun 2026.
 
Pada tahun 2017, diperkirakan jumlah total kedatangan wisatawan Muslim secara global mencapai 131 juta, naik dari 121 juta pada tahun 2016. Angka ini diperkirakan akan terus meningkat hingga 156 juta wisatawan di tahun 2020, atau mewakili 10 persen dari segmen wisata secara keseluruhan.
  
“Tahun ini kami telah mengubah kriteria penilaian Indeks guna lebih merefleksikan strategi-strategi pertumbuhan yang diimplementasikan oleh negara-negara destinasi wisata untuk menyambut para wisatawan Muslim, yang dapat terlihat dari perubahan positif pada Indeks. Kami juga telah meluncurkan ‘CrescentRating Growth & Innovation Model’ guna membantu negara-negara destinasi wisata menggunakan laporan ini secara praktis untuk menyusun strategi inovasi dan pertumbuhan dari segmen wisata yang tumbuh dengan pesat ini,” jelas Fazal Fazal Bahardeen, CEO dari CrescentRating & HalalTrip.
 
Menurut Safdar Khan, Division President Indonesia, Malaysia & Brunei, Mastercard, segmen wisata Muslim yang tumbuh dengan pesat merupakan sebuah peluang, namun untuk dapat memperoleh manfaatnya, sangat penting untuk memahami kebutuhan dan pilihan dari para wisatawan Muslim, serta bagaimana menciptakan dan menyesuaikan produk serta layanan untuk memenuhi kebutuhan mereka.
 
“Merupakan sebuah kesempatan yang sangat berharga untuk bekerja sama dengan CrescentRating dalam menyediakan wawasan mendalam mengenai pasar wisata Muslim untuk para pemangku kepentingan di industri pariwisata,” ungkap Safdar seperti disampaikan dalam rilis Mastercard.
 
Diperkirakan, wilayah ASEAN akan menyambut lebih dari 18 juta wisatawan Muslim pada tahun 2020, atau mewakili hampir 15% dari total wisatawan yang datang ke wilayah tersebut.
 
Safdar juga optimis Indonesia dapat memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi halal utama. Karena menurutnya, kementerian Pariwisata Indonesia telah bekerja dengan sangat baik dalam meningkatkan lanskap pariwisata di tanah air, meningkatkan infrastruktur, serta mempromosikan kampanye Wonderful Indonesia di luar negeri. (f)

Baca Juga:
Ini 5 Destinasi Favorit Warganet Indonesia untuk Liburan Singkat di Akhir Pekan
Indonesia Raih Peringkat Ketiga Dunia Sebagai Pasar Wisata Halal Dunia, Ini 3 Destinasi Kuliner Halal Favorit Rekomendasi Menteri Pariwisata Arief Yahya




 

Faunda Liswijayanti


Topic

#travel

 

polling
Pertimbangan Dalam Memilih Kartu Kredit

Belakangan ini bank makin kreatif dan gencar dalam meluncurkan kartu kredit. Mereka pun bersaing memberikan berbagai fasilitas untuk menggaet pengguna baru.