Sex & Relationship
8 Langkah Menghilangkan Sifat Romantis Kronis

21 Apr 2017


Foto: Fotosearch

Fairy tale tidak pernah menceritakan apa yang terjadi pada Cinderella di balik tembok istana. Siapa yang tahu kalau ternyata prince charming tidak romantis-romantis amat setelah mendapatkan Cinderella? Buat Anda yang sangat mengagung-agungkan keromantisan dan menempatkannya sebagai syarat mutlak dalam sebuah hubungan, kalimat “they live happily ever after” sebenarnya tidak ada di kehidupan nyata. Yang terjadi adalah “they fight really hard to live happily ever after”. 
 
Menurut psikolog Pingkan C.B. Rumondor, M.Psi, hubungan yang bahagia selamanya baru ada jika diusahakan. Pingkan pun membeberkan 8 alasan untuk membangunkan Anda dari sifat romantis kronis.
 
1/ Strategi pria
Menurut Pingkan, tidak ada orang yang 100% romantis. Pasti ada suatu masa moodnya sedang datar—tidak mau diisi oleh hal-hal manis dan ini adalah kondisi yang wajar. Bahkan tidak jarang sifat romantis ini hanya ada di awal-awal hubungan saja—dengan tujuan untuk membuat kita jatuh ke pelukannya. Sudah bukan rahasia lagi, kok!
 
2/ Hanya rekaan
Pangeran berkuda putih selalu siap menyelamatkan sang putri. Sebenarnya kita menunggu untuk diselamatkan dari apa? Tidak akan pula ada seorang Jack yang mengatakan “you jump, I' jump” untuk menenangkan kita seperti di film Titanic. Tokoh sempurna pada cerita dan film romantis hanya indah dalam khayalan saja.
 
3/ Jebakan mimpi
Cinta pada pandangan pertama hanya ada di fiksi! Kebiasaan menyamakan diri dengan tokoh-tokoh yang ada di novel dan film hanya akan membuat kita terperangkap dalam ilusi yang diciptakan sendiri.
 
4/ Kritis
Jangan menelan mentah-mentah semua informasi yang ada dalam cerita tersebut, bahkan selalu membayangkannya bakal terjadi pada kita. Bersikap kritis terhadap berbagai informasi yang masuk akan membuat kita mampu membentengi diri dari hal-hal yang sifatnya ‘drama’. Anggaplah film dan novel sekadar hiburan. Boleh juga mendiskusikannya dengan orang terdekat untuk mendapat sudut pandang orang ketiga sehingga membuat kita tetap menginjak bumi.  
 
5/ Sadar diri
Tidak menutup kemungkinan, sih, sosok yang kita impikan memang ada, tapi apa tidak terlalu muluk memimpikan Pangeran Harry sebagai pendamping kita? Sering kali kita terlalu tinggi menetapkan standar sedangkan diri sendiri, tuh, di bawah rata-rata. Ups!
 
6/ Mana usahanya?
Kita hanya sibuk menjadikan ‘pangeran’ sebagai objek mimpi di dalam kamar. Tanpa usaha, bagaimana kita dapat menemukan pria yang didambakan? Saatnya show off dan eksis bergaul di lingkungan sosial sebagai langkah awal mewujudkan mimpi.
 
7/ Keinginan Vs kebutuhan
Coba buat poin-poin yang kita inginkan dalam diri seorang pria, lalu urutkan sesuai kebutuhan. Ada perbedaan antara ingin dan butuh. Misalnya, kita menginginkan kopi padahal kebutuhan kita hanya air putih untuk mengusir haus—sesederhana itu, kok.   
 
8/ Rencana cadangan
Ada kalanya kita harus berkompromi antara keinginan dan kebutuhan. Semua wanita biasanya menginginkan kombinasi pria good looking dan setia. Jika pria yang sedang mendekati kita tidak memenuhi poin good looking, jangan langsung menolaknya. Bisa jadi masih ada poin lain yang bisa kita dapatkan dari gebetan, seperti setia, mapan, atau menghormati wanita. (f)

Baca juga:
15 Trik Membuat Hubungan Tetap Romantis
4 Sifat Pria yang Membuat Wanita Cepat Terpesona dan Tertipu
3 Hal yang Membuat Pria Malas Melanjutkan Hubungan





Ester Pandiangan
 


Topic

#psikologi

 

polling
SEA GAMES 2017

SEA GAMES 2017 sudah berlangsung sejak 19 Agustus lalu hingga 30 Agustus mendatang di Kuala Lumpur, Malaysia. Sejumlah pertandingan dari beragam cabang olahraga pun digelar.

Dari beragam cabang SEA GAMES 2017, mana yang paling bikin Anda tertarik untuk tonton di TV?