Profile
Berkenalan Dengan Sezai Zorlu, Chef Turki

7 Jul 2018



Foto : Hermawan
 
Kemunculan Sezai Zorlu (43) sebagai juri tetap program televisi Iron Chef Indonesia, bersama chef Adhika Maxi dan chef Chris Salans membuat wajahnya mulai dikenal publik .
 
Selama ini, di industri kuliner ia dikenal sebagai chef di Turkuaz di Jalan Gunawarnan, Jakarta Selatan. Di sini, ia menyajikan bermacam menu Kerajaan Ottoman yang menjadi spesialisasinya. Kiprahnya sebagai restauranteur diikuti dengan berdirinya Warung Turki di bilangan Kemang.
 
“Warung Turki mengangkat hidangan yang dekat dengan saya sejak kecil, buatan Ibu. Ia selalu ada di benak, walau kini kami tinggal di negara berbeda” ujarnya.
Melalui sosok Ibu, Sezai memahami istimewanya wanita Turki era lalu. Penuh motivasi memberikan yang terbaik untuk anak, dan berperan ganda menjadi koki hebat, mengelola kebun, hingga mengurus anak.  Cerita Sezai tentang pengaruh sang ibu dalam kehidupannya mengalir emosional.
 
Bagaimana Anda jatuh hati pada dunia kuliner?
 
Saya anak kedua dari lima bersaudara yang semuanya laki-laki. Saya bertugas melakukan pekerjaan domestik, mulai dari menyapu, mencuci, hingga memasak. Yang tadinya hanya membantu Ibu dan Nenek memotong sayuran, saya dipercaya mengaduk-aduk masakan!
 
Di Iskenderun, kampung halaman kami yang terhitung desa, warga tidak punya kebiasaan makan di luar. Tiap rumah memasak sesuai porsi anggota keluarganya. Karenanya, kami terlatih memasak sejak kecil.
 
Tradisi makan keluarga yang sulit dilupakan?
 
Tiap hari Minggu, keluarga besar bersantap di rumah kakek dan nenek sebelum beraktivitas. Kami paham tugas, mulai dari menyiapkan piring hingga bergotong royong memotong kambing.

Kenangan ini saya hidupkan bersama kedua anak saya, Saadet (21) dan Kerem (14). Kami sesekali memasak bersama atau makan di luar. Ini mengembangkan hubungan saya yang sangat dekat dengan kedua anak saya.
 
Sebutkan tiga hidangan khas buatan Ibu?
 
Soganli tavuk, mussaka, dan BBQ kebab. Ia memilih bahan terbaik, seperti memetik buah olive di perkebunan sendiri sebagai sarapan. Prinsipnya dalam menyajikan bahan terbaik jadi fondasi saya membangun restoran.
 
Masih sulit membayangkan bagaimana ia mampu melakukan semua hal. Cinta saya nomor satu untuk dia karena saya menyaksikan sendiri semangatnya yang luar biasa.
 
Apa filosofi memasak Anda?
 
Food that you like is always the best! Autentitas masakan harus terjaga agar 'pesan' dari masakan terasa saat disantap oleh tamu. Saya menjaga mood agar tetap senang saat memasak, dengan mengingat momen bersantap dengan keluarga atau kegiatan memasak dengan Ibu. (f)

Baca Juga:

Halima Aden, Wanita Berhijab Pertama Dalam Kontes Kecantikan di Amerika Serikat
Resep Bisnis Dari Andanu, Pemilik Kedai Kopi Tuku
Sana Amanat, Mengangkat Derajat Kaum Minoritas Lewat Komik


 


Dwi Ayu Novaria Nainggolan


Topic

#chef, #profil

 

polling
Pertimbangan Dalam Memilih Kartu Kredit

Belakangan ini bank makin kreatif dan gencar dalam meluncurkan kartu kredit. Mereka pun bersaing memberikan berbagai fasilitas untuk menggaet pengguna baru.