Profile
Astri Puji Lestari, Arsitek yang Menjalani Hidup Minim Sampah Sejak Kecil

27 Aug 2019


Foto: Dok. Pribadi

Sekitar di tahun 2010, Astri Puji Lestari (28) mulai berkenalan dengan orang-orang yang minimalism. Konsep modern minimalism terus berkembang dan makin dikenal sejalan berkembangnya media sosial serta munculnya banyak sosok inspiratif yang menjalani hidup minimalism. Beberapa di antarnya adalah Lauren Singer dan Leo Babauta.
 
Astri sendiri mengaku tidak bisa memastikan secara pasti kapan ia memulai gaya sebagai zerowaster, karena konsepnya sudah dijalankan oleh orang tuanya. Jauh sebelum menikah, saat dirinya masih tinggal bersama orang tua di kota Bandung, ia sudah terbiasa melihat kepedulian orang tuanya pada tanaman, lingkungan hidup serta gaya hidup sehat seperti rajin olahraga. Cikal bakal inilah yang membuat Astri enjoy menjalani hidup sebagai zerowaster.
 
Di bangku kuliah, ia sudah tertarik dengan green architecture. Konsep itu pun ia aplikasi pada rumahnya dan suami yang mereka bangun di Jakarta Selatan. Rumah ini memang hampir sama dengan rumah pada umumnya, yang membedakan adalah konsep desainnya.
 
“Rumah kami ada fasilitas penampung air hujan yang dilengkapi timer untuk menyiram tanaman secara otomatis pada pagi dan sore hari. Tentunya, tanaman yang saya tanam adalah yang bisa dikonsumsi,” katanya.
 
Ia juga melengkapi rumahnya dengan komposter serta tempat sampah sesuai dengan jenisnya. Setiap satu lampu dan AC digunakan untuk lebih satu ruangan. Desainnya pun agak terbuka, sehingga meminimalkan pemakaian listrik dari pagi sampai sore hari.
 
Gaya hidup untuk mengurangi sampah dan segala hal yang bisa merusak lingkungan merupakan perjalanan hidupnya. Bukan sesuatu hal yang dilakukan sesaat. Tapi memang sudah menjadi bagian dari hidup. Bukan pula suatu hal yang dilakukan karena terpaksa.

Astri bahkan tidak pernah memaksakan kehendak suami yang gaya hidupnya bertolak belakang untuk mengikuti gaya hidup yang ia jalani.
 
“Saya sendiri yang memisahkan dan mengolah sampah. Saya mengelompokkan sampah hingga delapan jenis. Bila ada yang bisa saya olah, maka akan saya olah sendiri,” ujarnya.  
 
Sebelum belanja ke pasar, ia biasa menyusun daftar agar tidak tercampur antara sesuatu yang dibutuhkan dengan yang diinginkan. Dari list itu pula ia bisa menyiapkan wadah yang harus dibawa untuk tempat belanjaan. Ia biasanya membawa kantong berbahan kain dan juga food container.
 
Membawa wadah sebanyak itu memang lumayan repot, tapi ia sangat enjoy karena memang ia sudah menjalaninya selama bertahun-tahun. Astri mengaku memulai gaya hidup ini bukan karena trend atau karena ketakutan melihat foto-foto atau video tentang sampah-sampah yang sangat menumpuk.
 
Tips Memulai Hidup Minim Sampah
  • Kenali diri sendiri
  • Lakukan atau mulai bila itu sudah panggilan jiwa, bukan karena ikut trend semata.
  • Buka diri terhadap informasi yang benar dan berimbang
  • Lakukan dengan realistis dan tidak obsesif.
  • Jangan memaksakan keinginan pada orang lain. (f)


Baca Juga:
Daur Ulang, Solusi Kurangi Sampah Plastik
Mulai Ramah Lingkungan Dari Kamar Mandi
Ramah Lingkungan, Ini 6 Kekuatan Soda Kue untuk Membersihkan Rumah



 


Topic

#zerowaster, #profil, #minimsampah

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?