Money
Permodalan Nasional Madani Berikan Kredit Mikro untuk Wanita Prasejahtera

22 Jul 2017


Foto: YOS
 
Dalam dunia keuangan, karakter wanita yang jujur dan pintar mengatur keuangan sudah dikenal baik. Dalam keluarga, rasa tanggung jawab wanita untuk merawat dan memastikan anggota keluarganya tercukupi kebutuhannya juga dinilai lebih besar ketimbang pria. Beberapa hal ini yang mendorong Permodalan Nasional Madani (PNM) Persero untuk meluncurkan program Mekaar, yaitu pembiayaan kepada wanita prasejahtera dan aktif ekonomi.
 
Lewat Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera), PNM memberikan kredit usaha sebesar Rp2 juta khusus untuk wanita prasejahtera, dengan kriteria penghasilan di bawah 1,99 dolar Amerika dan sudah atau berencana membuat usaha.
 
Layanan kredit Mekaar ini berbasis kelompok, yaitu mereka membentuk kelompok dengan anggota antara 10-30 anggota. Kredit diberikan tanpa jaminan, namun ada perjanjian dari kelompok untuk menanggung renteng kredit macet dari salah satu anggota kelompok. “Dengan tanggung renteng ini membuat kredit macetnya menjadi nol,” ujar Direktur Perencanaan dan pengembangan Usaha PNM Arief Mulyadi dalam acara media visit ke Banyuwangi pada Kamis (20/7).
 
Untuk besar pinjaman 2 juta per orang ini, diberikan dua skema cicilan yaitu sebesar Rp50 ribu per minggu selama 50 kali dan Rp90 ribu per minggu selama 25 kali. Cicilan diberikan pada pertemuan yang digelar mingguan yang dipimpin oleh account officer PNM. Dalam pertemuan ini, para wanita ini didorong untuk menabung, berarapun jumlahnya.
 
Hal ini terlihat pada kelompok Walet yang terdiri dari 11 wanita warga Desa Pakisrowo, Banyuwangi. Kelompok yang mendapatkan pencairan dana sejak bulan Mei ini, pada Kamis, 20 Juli 2017 berkumpul mingguan untuk membayar cicilan dan sekaligus menabung.

Suciati misalnya, wanita pembuat kue-kue tradisional dan menjajakan produknya dengan berkeliling kampung ini hari itu mencicil Rp50 ribu dan menabung Rp10 ribu. “Uang pinjamannya waktu itu buat beli bahan-bahan kue,” ujarnya kepada femina. Siang itu, jumlah cicilan dan tabungan yang terkumpul sebesar Rp665 ribu.
 
Di Banyuwangi, Mekaar sudah menjangkau 6.421 nasabah berdasarkan data per 22 Juni 2017 dengan penyaluran kredit Rp12,84 miliar. Secara nasional, program ini sudah ada di 29 provinsi dan sudah menjangkau 1.002.432 nasabah dengan penyaluran kredit sebesar Rp1,02 triliun. “Target kami akhir tahun depan harus sudah mendapatkan 4 juta nasabah,” Arief menambahkan. (f)
 
Baca juga:
Kapan Boleh Berutang?
Tidak Perlu Takut dengan Utang Produktif
6 Trik Hidup Tenang Bebas Utang


Yoseptin Pratiwi


Topic

#kredit, #usahamikro