Health & Diet
Sebaiknya Kurangi Konsumsi Telur Goreng, Ini Alasannya

23 Aug 2017


Foto: Pixabay
 

Sejak mulai bekerja di Jakarta, saya (27) tinggal di rumah kos. Sering kali, karena malas, saya makan yang praktis saja, yaitu menggoreng telur ayam. Bisa pagi dan malam hari saya makan telur.

Sebenarnya, berapa jumlah ideal konsumsi telur setiap hari, mengingat produk ini mengandung kolesterol tinggi?
 
Yustisia - Jakarta
 
Sebutir telur ayam (70 g) mengandung 213 mg kolesterol. Menurut American Heart Association dan US National Institute of Health, asupan kolesterol yang aman tidak lebih dari 300 mg per orang per hari. Berarti sebutir telur sudah menjejalkan dua pertiganya. Yang jadi masalah, bila kolesterol tidak dipakai, akan membebani tubuh untuk didaur ulang.

Keberadaan kolesterol sebenarnya penting sebagai bahan baku hormon, seperti pregnenolone yang membantu daya ingat, DHEA yang membantu sistem kekebalan dan membantu membakar lemak, estrogen dan progesteron yang membantu meningkatkan mood.

Sayangnya, kolesterol di dalam darah menjadi masalah, ketika bertemu radikal bebas, misalnya asap mobil, stres, pestisida, atau plastik yang tertelan. Akibatnya, timbul plak dalam pembuluh darah. Untuk menangkalnya, Anda perlu mengonsumsi buah 3 kali sehari dan mengurangi konsumsi gula.

Kebiasaan Anda mengonsumsi telur ayam sebenarnya baik. Telur ayam mengandung banyak mineral dan vitamin (kecuali vitamin C). Komposisi asam aminonya nyaris sempurna, mudah dicerna dan mudah diserap oleh tubuh. Yang perlu Anda tahu, kolesterol pada telur hanya terdapat pada bagian kuningnya. Tetapi, di bagian kuning ini pula tersimpan kandungan gizi.

Anda boleh mengonsumsi telur ayam hingga 5 butir sehari, namun cukup satu kuning telur. Jangan mengolahnya dengan menggoreng, karena akan merusak manfaatnya. Jangan lupa pula berolahraga. (f)

Konsultan: dr. Phaidon Toruan, penulis Fat Loss Not Weight Loss

Baca juga:

3 Cara Memilih Telur Segar


Topic

#Telur

 

polling
Alasan Putus

Ketika menjalin cinta, maunya, sih, hubungan berlanjut hingga jenjang berikutnya alias pernikahan. Tapi, ini tidak selalu terjadi hingga akhirnya hubungan kita dan pacar pun harus berakhir.

Apa yang biasanya membuat Anda memutuskan untuk menyudahi hubungan dengan si dia?