Health & Diet
Dua Pasien COVID-19 Pertama di Indonesia Ditemukan, Perhatikan Beda Gejalanya Dengan Selesma

2 Mar 2020

Ilustrasi/ Foto: shutterstock

Presiden Joko Widodo mengumumkan, dua kasus pertama COVID-19 di Indonesia. Dua orang  WNI positif terjangkit virus corona. Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/3/2020) menyatakan dua WNI tersebut sebelumnya berinteraksi dengan seorang warga negara Jepang yang berdomisili di Malaysia, yang terjangkit virus corona saat dia berada di Indonesia. 

Dua orang Indonesia yang diketahui berdomisili di Depok itu kini tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Sulianti Saroso, Jakarta Utara. Disebutkan, kedua orang tersebut adalah ibu dan anak berusia masing-masing 61 tahun dan 31 tahun. 

Dikutip dari Kompas, Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso Mohammad Syahril mengatakan, kondisi dari kedua warga negara Indonesia yang positif virus corona dalam keadaan baik. Pasien sadar penuh, keluhan panas tidak ada, batuk berkurang, tidak sesak napas. Tekanan darah dan nadi kedua pasien juga dikatakan dalam keadaan normal. 

Kabar Indonesia telah menjadi satu dari 68 negara dengan kasus COVID-19 ini sontak menimbulkan kewaspadaan yang meningkat. Apalagi saat ini musim hujan, dimana kejadian batuk pilek selesma sangat jamak terjadi. 

Lalu bagaimana membedakannya dengan Beberapa waktu lalu dalam temu media, Ketua Umum Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PP-PDPI), dr Agus Dwi Susanto, Spesialis Paru, mengungkapkan bahwa selesma, flu, dan infeksi virus corona memiliki persamaan dan perbedaan secara gejala. 

Selesma atau common cold umumnya disebabkan oleh virus seperti rhinovirus, biasanya ditandai nyeri tenggorokan, demam ringan, sakit kepala ringan, pilek, batuk, hidung mampet, setelah beberapa hari ingus menjadi kental dan berubah warna, dan biasanya sembuh setelah 5 - 7 hari.

Sementara flu, disebabkan oleh virus influenza, biasanya flu lebih cepat, mendadak, disertai demam tinggi, sakit kepala atau pinggang, bahkan nyeri-nyeri sendi, lemas, dan batuk.

COVID-19 disebutkan hampir mirip dengan keduanya, namun gejala khasnya adalah sesak napas. Pada kasus lebih berat, sama seperti SARS, MERS-CoV, komplikasinya cepat yang berlanjut jadi pneumonia. Pada beberapa laporan disebutkan juga batuk pada pasien COVID-19 biasanya batuk kering, tidak beringus, beberapa yang terinfeksi bahkan tidak menunjukkan gejala demam. 

Masyarakat disarankan untuk senantiasa menjaga kebersihan terutama di tempat umum, dan segara memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika merasa memiliki masalah pernapasan. (f)

Baca Juga:

Obat dan Vaksin COVID-19 Siap Dicoba
4 Negara Baru Umumkan Wabah Korona Hanya dalam Waktu Sehari
Mengenal Pneumonia, Penyakit yang Disebabkan Virus Korona Baru


Topic

#corona, #kesehatan, #COVID19

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?