Health & Diet
Cara CERDIK Cegah Alzheimer

12 Oct 2017


Foto: Pixabay

Seperti dilansir di website Alzheimer’s Indonesia (ALZI), penyakit Alzheimer pertama kali dijelaskan oleh ahli saraf Jerman, yaitu Alois Alzheimer, merupakan penyakit fisik yang mempengaruhi otak. Selama berjalannya waktu, penyakit protein plak dan serat yang berbelit berkembang dalam struktur otak yang menyebabkan kematian sel-sel otak.
 
Orang dengan Alzheimer juga memiliki kekurangan beberapa bahan kimia penting dalam otak mereka. Bahan kimia ini terlibat dengan pengiriman pesan dalam otak. Alzheimer adalah penyakit progresif, bertahap dari waktu ke waktu dan menyebabkan lebih banyak bagian otak yang rusak. Karena itulah gejala yang muncul menjadi lebih parah.
 
Penyakit Alzheimer adalah penyebab paling umum dari demensia. Selama sakit berlangsung, zat kimia dan struktur otak berubah sehingga menyebabkan kematian sel-sel otak. Istilah demensia menggambarkan serangkaian gejala yang mencakup kehilangan memori, perubahan suasana hati, masalah dengan komunikasi dan penalaran. Gejala ini terjadi ketika otak mengalami kerusakan oleh penyakit atau kondisi tertentu termasuk penyakit Alzheimer.
 
Menurut dr, Yuda Turana, pakar neurologi dan advisor ALZI, wanita yang menderita Alzheimer akan mengalami gangguan kognitif 10 kali lipat dari pria. Namun ini bisa dicegah jika Alzheimer terdeteksi lebih awal.
 
“Kita sering mengkhawatirkan apakah fungsi jantung kita menurun seiring usia, tetapi kita jarang menanyakan apakah fungsi otak kita berkurang atau tidak,” ungkap dr, Yuda dalam jumpa pers 20thAsia Pacific Regional Conference Alzheimer Disease International.
 
Dokter Yuda menambahkan, medical check up otak perlu dilakukan sebelum usia 60 tahun, terutama jika Anda memiliki faktor risiko berikut ini: sering lupa, hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, dan faktor genetik (keturunan Alzheimer).
 
“Obat demensia belum ada yang baru sejak 10 tahun terakhir. Untuk itu penting menjaga kesehatan otak dan melakukan pemeriksaan dini terutama jika Anda memiliki faktor risiko tersebut agar kerusakan otak tidak telanjur parah. Demensia Alzheimer maupun demensia Vaskuler memiliki faktor risiko yang sama. Namun demensia Vaskuler biasanya didahului oleh stroke,” jelas dr. Yuda.
 
Berikut adalah kunci CERDIK mencegah Alzheimer yang mudah diingat:
Cek kesehatan (gula darah, tekanan darah, kolesterol)
Enyahkan asap rokok
Rajin berolahraga
Istirahat cukup
Kelola stres
 
Sekilas konsep CERDIK ini mirip dengan konsep menjaga kesehatan jantung dan menjaga kesehatan tubuh secara umum. DY Suharya, Direktur Regional Alzheimer Asia Pasifik menambahkan, “Apa yang tidak baik untuk jantung pasti tidak baik untuk otak”. Oleh sebab itu cara menjaga kesehatan otak pun tidak akan jauh berbeda dengan cara menjaga kesehatan jantung.
 
“Olahraga mengurangi risiko Alzheimer sebanyak 30 persen, begitu juga serangan jantung,” tambah DY. (f)
 


Tenni Purwanti


Topic

#alzheimer, #dementia, #kesehatan