Health & Diet
6 Manfaat Telur Rebus, Dari Meningkatkan Metabolisme Hingga Diet

26 Mar 2020

Foto: Pexels.com


Telur rebus adalah salah satu makanan yang sering menjadi pilihan sarapan kebanyakan orang Indonesia. Selain rasanya enak dan kaya protein, telur rebus juga praktis untuk dimasak.

Belakangan, telur rebus jadi naik pamor terkait virus COVID-19, karena video viral yang menyebutkan makan telur rebus tengah malam dapat mencegah Corona. 

Postingan yang ramai di media massa ini pun disebut sebagai hoax. Telur memang punya banyak kandungan gizi, namun sejauh ini belum ada penelitian resmi yang menyebutkan bahwa mengonsumsi telur menangkal Corona. 

Untuk diketahui, pada satu butir telur rebus (50 gram) mengandung banyak nutrisi seperti kalori, karbohidrat, lemak, protein, vitamin A, B2, B12 dan B5, serta asam amino yang merupakan sumber protein lengkap. Sebutir telur rebus memiliki 77 kalori (77 kal), lemak (5 gr), dan karbohidrat (0,6 gr) yang sangat sedikit. 

Dilansir dari healthline.com, protein tidak hanya terkandung pada putih telur, tapi juga hampir setengah dari kuning telur. Karena itu, lebih baik mengonsumsi telur secara utuh - putih dan kuning - untuk mendapatkan protein dan nutrisi yang lengkap. 

Berikut manfaat mengonsumsi telur rebus secara rutin: 

1/ Meningkatkan metabolisme
Telur rebus mengandung kolin yang dapat meningkatkan kadar adiponectin yang bisa meningkatkan metabolisme, meningkatkan kemampuan tubuh saat merespon insulin, serta memperlancar proses pencernaan lemak. Kandungan kolin dalam telur rebus juga dapat membantu proses pencernaan lemak serta mencegah penumpukan lemak pada tubuh.

2/ Cocok untuk diet
Kandungan kalori telur rebus yang rendah yaitu sekitar 77 kalori ditambah proses memasaknya yang tidak memerlukan minyak ataupun lemak menjadi pilihan mereka yang tengah menjalani diet. Telur rebus bisa menggantikan sumber protein lain, seperti ayam dan daging. Namun, jika tidak dikonsumsi dengan benar, telur rebus bisa menimbulkan efek samping. Jadi, berkonsultasilah dengan dokter untuk mengetahui apakah Anda alergi terhadap telur atau tidak, untuk mengurangi risiko.

3/ Menjaga kesehatan mata
Telur mengandung lutein dan zeaxanthin yaitu antioksidan yang mempunyai peran penting untuk kesehatan mata. Sedangkan kandungan antioksidannya dapat mempertahankan kesehatan retina mata. Orang yang sudah tua, yang rentan mengalami penurunan pada kemampuan penglihatannya disarankan untuk mengonsumsi telur rebus.

4/ Membantu pertumbuhan otak
Telur rebus mengandung kolin yang dikelompokan dalam vitamin B. Kolin dibutuhkan untuk membangun membran sel dan membantu produksi molekul sinyal dalam otak. Mengonsumsi telur rebus akan memenuhi kebutuhan tubuh akan kolin yang berperan dalam membantu menjaga kesehatan otak. 

5/ Menurunkan risiko penyakit jantung
Telur rebus diperkaya kandungan asam lemak omega 3 yang dapat menurunkan kadar trigliserida dalam darah. Kadar trigliserida dalam darah yang tinggi, dapat meningkatkan faktor risiko penyakit jantung. Dengan mengonsumsi lima butir telur yang diperkaya dengan omega 3 per minggu selama tiga minggu dapat mengurangi kadar trigliserida dalam darah sebesar 16-18%. Selain itu, kandungan kolin dalam telur rebus juga berperan penting dalam memecah asam amino homosistein, yang berhubungan dengan perkembangan jantung.

6/ Mengoptimalkan masa tulang dan otot
Protein adalah komponen vital untuk kesehatan seseorang, termasuk memengoptimalkan massa otot dan tulang. Asam Amino Esensial yang terkandung dalam telur dapat mengoptimalkan massa otot dan tulang, serta memproduksi hormon dan enzim tubuh. Telur mengandung 6 gram protein lengkap, bahkan telur disebut sebagai protein terbaik untuk dikonsumsi karena mengandung sembilan asam amino esensial. Asam amino essensial yang seimbang dapat membantu menurunkan berat badan, meningkatkan massa otot, menurunkan tekanan darah, dan mengoptimalkan kesehatan tulang.

Namun perlu diketahui telur tetap memiliki resiko. Salah satunya kandungan kolesterol yang tinggi yaitu sebesar 212 mg. Selain itu, masak telur Hingga benar-benar matang untuk menghindari munculnya bakteri salmonella. Bakteri salmonella ini biasanya membuat seseorang seperti keracunan. (f)



Baca Juga: 
Bahan Makanan Apa Saja Yang Harus Disiapkan Saat Di Rumah Aja?
Apa yang Harus Dipersiapkan di Rumah untuk Cegah Virus Korona?
Pesan-Antar yang Nikmat untuk Harian? Ini Rekomendasi Lauk Hingga Roti

 

Faunda Liswijayanti


Topic

#telur, #telurrebus

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?