Health & Diet
5 Alasan Orang Berbohong untuk Hal-Hal Sepele

19 Oct 2017


Foto: Fotosearch

Setiap hari kita bertemu dengan orang-orang yang berbohong dengan sengaja dengan berbagai alasan. Sebetulnya, apa, sih, alasan seseorang berbohong, bahkan untuk hal kecil dan tidak penting sekalipun?

Menurut psikolog klinis David J. Ley, Ph.D yang dilansir dari Psychology Today, dusta untuk hal-hal sepele bisa jadi gejala isu gangguan kepribadian. Namun, ada pula orang yang saking sudah terbiasa berbohong walau tak punya tujuan tertentu. Padahal, dusta mereka bisa berdampak buruk pada orang lain.

Orang-orang yang mudah berdusta ini bisa disebut pathological atau compulsive liar. Dusta mereka tampak sangat meyakinkan, jangan sampai Anda tertipu. Ini 6 alasan yang membuat mereka berdusta tanpa beban.

1/ Mereka berdusta tentang hal-hal yang sangat penting bagi dirinya.
Meski orang di sekitarnya menganggap hal itu sepele, bagi mereka hal itu sangat penting, sampai mereka membangun kebohongan yang sangat meyakinkan. Anda bisa mengecek balik dengan bertanya, “Ini penting banget buat kamu, ya?”

2/ Mereka berusaha mengontrol situasi.
Ada orang yang berusaha mengendalikan situasi tertentu untuk mendapatkan keputusan atau reaksi yang mereka inginkan. Mereka lebih memilih berbohong jika jujur akan memberikan dampak yang mereka hindari.

3/ Lingkaran dusta.
Sekali berdusta, seseorang akan terus menerus harus menutupi dustanya dengan dusta yang lain. Biasanya ini akan makin besar, kecuali orang itu berani mengakui dustanya sejak awal, meminta maaf, dan memutus lingkaran kebohongannya.

4/ Tidak ingin mengecewakan orang lain.
Ada orang-orang yang ingin menyenangkan orang lain, ingin mendapatkan respek dan dihargai. Sayangnya, mereka mesti berdusta untuk mencapai hal itu. Ada ketakutan dalam diri mereka akan ditolak atau malu jika orang mengetahui hal yang sebenarnya.

Baca juga:
Selalu Merasa Stres dan Lelah di Kantor? Coba 30 Cara Bahagia Ini!
Suka Membandingkan Diri dengan Orang Lain Salah Satu Penyebab Anda Tidak Bahagia
5 Tanda Seseorang Tidak Percaya Diri
Sering Makan Hati? Mungkin Karena Anda Ingin Selalu Menyenangkan Hati Semua Orang


5/ Kebohongan itu nyata bagi mereka.
Dusta yang terus diulang dalam pikiran seseorang bisa menjadi seolah-olah nyata, setidaknya pada saat itu, dan diyakini sebagai kebenaran. Stres, situasi terkini, dan keinginan untuk mewujudkan sesuatu bisa memengaruhi memori manusia dan mendorong seseorang menciptakan ‘dunia alternatif’ di pikirannya sendiri.

Lalu, bagaimana cara menghadapi para tukang bohong ini? Pertama, pahami motivasi di balik kebohongan mereka. Hindari bertanya, mengapa kamu bohong? Orang yang berbohong tidak ingin ‘dituduh’ bohong dan mereka akan merasa terpojok dengan pertanyaan itu.

Agar Anda bisa menelusuri alasannya, tanyakan, mengapa hal itu begitu penting untuk mereka? Atau mengapa Anda harus berpandangan sama dengan mereka? Berikan empati yang besar pada orang-orang yang suka berbohong seperti ini. Di balik kebohongan mereka, ada penderitaan yang besar karena harus menyimpan kebenaran yang sesungguhnya.

Perlahan-lahan, dengan lembut, Anda bisa mengenali bentuk-bentuk kebohongan ini dan mendorong agar orang itu sebaiknya berkata jujur. Dengan memberikan reaksi yang tidak mengejutkan, tunjukkan pada si pendusta bahwa berkata jujur tidaklah menakutkan seperti yang mereka bayangkan. (f)
 
 

Rahma Wulandari


Topic

#psikologi, #bohong