
Foto: Freepik
Studi yang dilakukan Stanford University, Amerika Serikat, menemukan bahwa anak yang masuk TK saat usianya 6 tahun mendapatkan nilai yang lebih tinggi (dibandingkan anak yang masuk TK di usia 5 tahun) dalam tes kemampuan fungsi eksekutif. Tes tersebut diujikan saat sang anak berada di rentang usia 7 – 11 tahun. Berdasarkan definisi dari Center on the Developing Child Harvard University, fungsi eksekutif adalah sekumpulan kemampuan kognitif (atau disebut juga sebagai sistem manajemen otak) yang memungkinkan anak berpikir kritis, menyusun rencana, fokus, dan mengingat sebuah perintah.
Oleh psikolog, fungsi eksekutif ini dinilai sebagai salah satu keterampilan penting yang dapat dimiliki anak di usia dini. Fungsi eksekutif yang tinggi menandakan bahwa anak mampu mengalokasikan waktu dengan baik dan menjaga fokusnya, bahkan ketika terjadi distraksi di sekitarnya.
Mungkin Anda sering mendengar bahwa sistem pendidikan di negara-negara Nordik sangat bagus. Tidak aneh jika anak usia 8 tahun di Finlandia, misalnya, baru masuk TK. Sebelum masuk sekolah, sebagian besar waktu mereka dihabiskan di rumah atau semacam preschool, yang kegiatannya murni bermain dengan teman sebaya dan membangun keterampilan bersosialisasi. Tidak ada pelajaran membaca atau matematika sama sekali. Hasilnya, siswa dari negara Nordik selalu menunjukkan performa sangat bagus dalam Programme for International Student Assessment (PISA). PISA merupakan sistem penilaian internasional yang menjadi indikator untuk mengukur kompetensi siswa di tingkat global.
Bagaimana dengan performa siswa Indonesia? Dari survei tahun 2018, peringkat Indonesia di PISA berada di urutan bawah.
Sementara itu, penelitian di University of Exeter Medical School, Inggris, mengungkap bahwa memasukkan anak ke sekolah di usia terlalu dini dapat berdampak pada kesehatan mental. Mereka cenderung mencari-cari perhatian, karena merasa harus keep up dengan teman sekelasnya yang rata-rata lebih tua.
Hasil studi ini sejalan dengan penelitian Danish National Birth Cohort. Dari data terlihat bahwa anak yang masuk sekolah satu tahun lebih lambat daripada usia rata-rata anak masuk sekolah memiliki skor 73% lebih tinggi dalam hal hiperaktivitas dan inattention. Dengan kata lain, anak yang usianya lebih tua dibandingkan teman sekelas tidak lagi menunjukkan sifat hiperaktif, seperti lari-lari keliling ruangan, dan lebih mampu memperhatikan guru saat berada di kelas.
Jadi, di usia berapa anak Anda akan didaftarkan masuk sekolah? (f)
Baca Juga:
Masa Pandemi, 85% Orang Tua dengan Anak Disabilitas Khawatir Tidak Bisa Kembali Sekolah
Bersiap Hybrid Education dengan Inovasi Teknologi
Mati Gaya Liburan #DiRumahAja? Ajak Anak Gemar Membaca
Topic
#pendidikan, #sekolah, #prestasi


