Family
Cara Menyikapi Anak yang Bersikap Kasar

19 Mar 2017


Foto: Pixabay
 
Belakangan ini anak saya (5) suka marah-marah dan berteriak, padahal saya dan ayahnya tidak pernah melakukan hal itu. Menonton TV pun dia hanya diperbolehkan melihat acara anak-anak. Saya menyelidiki penyebab sifat baru anak saya ini ke sekolah. Karena, siapa tahu dia mencontoh sikap temannya yang kasar. Ternyata, sepertinya semuanya berperilaku baik. Kira-kira, apa penyebab perilaku kasar  anak saya ini, dan bagaimana mengatasinya?
 
VAN - Semarang
 
Untuk mengetahui penyebab secara pasti terjadinya perubahan perilaku pada anak Anda ini memang tidak bisa dilacak secara mendadak. Memerlukan waktu untuk mencari penyebabnya. Daripada Anda sibuk mencari penyebabnya, lebih baik sekarang Anda fokuskan perhatian untuk mencari cara mengurangi perilaku agresif anak. Ini untuk mencegah agar perilaku tersebut tidak menjadi kebiasaannya dalam mengekspresikan diri.

Berdasarkan tahapan usianya, pada usia 5 tahun anak memang mulai memiliki kesadaran akan dirinya, sehingga mulai muncul kebutuhan untuk bisa diikuti kemauannya. Sebelum terpenuhi, ia akan berusaha dengan berbagai cara. Bila tidak terpenuhi, ia akan kecewa atau frustrasi, karena itulah biasanya perilaku agresif muncul.

 Di sini, anak Anda perlu belajar mengekspresikan keadaan emosinya tersebut dengan lebih baik sesuai dengan situasi. Jika ia marah dan berteriak-teriak saat menginginkan sesuatu, jangan langsung penuhi keinginannya. Sebaliknya, saat ia berteriak-teriak, Anda juga jangan menunjukkan bahwa Anda terpengaruh oleh perilakunya. Ketika ia berperilaku baik, katakan bahwa inilah perilaku yang benar dan sesuai dengan harapan Anda. Lambat laun anak akan belajar cara berperilaku yang tepat saat mengekspresikan kekecewaannya. (f)

Baca juga:
5 Manfaat Berkebun Untuk Anak
5 Kesalahan yang Tanpa Sadar Anda Lakukan dan Berdampak Pada Anak
8 Tip Menghadapi Anak yang Suka Merebut Barang Orang Lain
5 Tanda Anak Anda Sedang Berbohong



Topic

#Anak

 

polling
Uang Elektronik

Belakangan ini segala transaksi dilakukan secara nontunai. Yap, bisa dibilang kini kita bergantung pada uang elektronik (seperti Flazz - BCA, e-money - Mandiri, hingga BRIZZI - BRI) untuk pembayaran transportasi online, makan di restoran, hingga tol.

Berapa jumlah uang elektronik yang Anda miliki?