Career
Menyikapi Kebijakan Kantor yang Mengecewakan Karyawan: Bertahan atau Keluar?

18 May 2017


Foto: Pixabay
 
Banyak kekecewaan saya dan teman-teman pada kebijakan yang dibuat kantor yang dinilai kurang menyejahterakan karyawan. Beberapa kali kami secara pribadi mengungkapkan kekecewaan ini pada atasan, Sayangnya,  atasan  tidak berdaya. Sebab, ada posisi lain yang lebih tinggi lagi yang menentukan. Perusahaan sepertinya  memberlakukan: take it or leave it. Akibatnya, banyak teman yang akhirnya memilih keluar. Bagaimana cara agar aspirasi karyawan ini bisa didengar oleh pemilik perusahaan, tanpa harus menggunakan cara mengundurkan diri?

Septi - Tangerang

Menurut konsultan karier, Bernadeta Kusdiantari, pada dasarnya, setiap karyawan memiliki hak untuk berpendapat mengungkapkan aspirasinya. Namun, tentu saja ada aturan mainnya. Gunakan jalur yang benar dan pada saat yang tepat. Ungkapkan dengan sopan dan jangan libatkan emosi. Cobalah lihat dari sudut pandang yang berbeda, tidak hanya melihat dari sudut pandang pribadi, tetapi juga dari sudut pandang perusahaan.  

Selain itu, satu hal penting yang harus dicermati adalah selama semua kebijakan yang dikeluarkan tidak bertentangan dengan kesepakatan kerja bersama yang telah disusun dan tidak melanggar normatif yang ditetapkan, maka seyogyanya tidak ada hal yang perlu diresahkan. Tetapi, bila pihak perusahaan menyalahi aturan yang ada, maka karyawan bisa membentuk serikat pekerja. Selanjutnya, serikat itu bisa menjadi wadah yang bisa memberikan feedback secara kritis.

Serikat pekerja memiliki beberapa fungsi esensial, yaitu sebagai kontrol kebijakan dari manajemen yang terkait dengan kesejahteraan karyawan. Serikat ini berfungsi meninjau setiap kebijakan yang terkait dengan karyawan dan memberikan feedback bila diperlukan. Serikat pekerja juga berfungsi sebagai wadah aspirasi karyawan, di mana setiap karyawan bisa mengungkapkan keinginan dan pendapatnya. Tunjukkan pula pada pihak perusahaan, serikat pekerja bukanlah lawan, melainkan  sebagai partner bisnis perusahaan yang memiliki peran besar dalam membantu menggalang kekompakan karyawan dalam bekerja dan melaksanakan setiap kesepakatan atau perjanjian yang telah dirundingkan. (f)

Baca juga:
3 Langkah Mewujudkan Work Smart, Play Hard
Anda Bukan Morning Person? Ini Trik Agar Lebih Produktif di Pagi Hari
Hati-hati, Gampang Berkomitmen Banyak Ruginya!

 

Ficky Yusrini


Topic

#TipKarier

 

polling
Dana Darurat

Idealnya, kita memiliki tabungan khusus untuk situasi darurat, yang biasa disebut dengan dana darurat. Jumlahnya, setidaknya 3 kali pengeluaran bagi lajang, sedangkan bagi mereka yang sudah berkeluarga diharapkan memiliki dana darurat sebesar 6 kali penge

Apakah Anda memiliki dana darurat?