
Foto: Fotosearch
Kemampuan komunikasi penting bagi kita yang ingin meraih posisi puncak. Pasalnya kita akan terus bertemu dengan orang-orang baru—dari berbagai kalangan. Meski manusia nggak ada yang sempurna, setidaknya kita berusaha melatih diri agar nggak demam panggung, terutama ketika diminta presentasi atau berbicara di hadapan banyak orang. Biar lebih pede melakukan 'public speaking' ada empat trik untuk mengubah ‘bencana’ menjadi sesuatu yang biasa, nih…
1. Persiapan maksimal
Lupa topik yang akan disampaikan pastinya sangat fatal! Karena itu kita butuh persiapan supaya setidaknya 50% situasi di panggung sudah kita 'pegang'. Kita bisa buat script pribadi atau membuat materi presentasi singkat dengan poin-poin pembicaraan saja. Sebelum acara dimulai, coba, deh, visualisasikan bagaimana acara akan berlangsung sehingga kita tahu apa yang paling tepat untuk diucapkan atau dilakukan. Sst, jangan sampai telat datang ke acara, dong, he he he.
2. Menyesuaikan ‘kostum'
Penampilan sudah pasti harus enak dilihat, jadi nggak ada, deh, acara salah kostum, alias saltum. Cari informasi selengkap-lengkapnya mengenai acara yang akan dihadiri jika kita diminta sharing pengalaman sebelum hari-H. Kalau pun sudah telanjur salah, lebih 'aman' kalau kita mengakuinya dengan gaya bercanda. Bilang saja, “Berhubung diundang sebagai pembicara boleh, dong, tampil beda dari undangan.” Semoga lain kali nggak terulang, ya!
3. Kecelakaan kecil
Sebenarnya nggak perlu minta maaf bila kita sudah telanjur jatuh atau tersandung karena orang juga nggak peduli. Namun, mungkin kita bisa menjadikannya sebagai bahan jokes atau ice breaking dari acara tersebut. Nggak ada salahnya, tuh, tertawa bersama audiens sambil bilang, “Waduh, lantainya kayaknya nggak rela kalau saya dandan keren!”, misalnya.
4. Lidah 'keseleo'
Jika menyangkut hal yang penting, seperti nama, gelar, tempat, atau urutan acara berarti harus segera diperbaiki sambil melihat situasinya juga. Kalau audiens nggak sadar, ya, kita nggak perlu meralatnya. Soalnya kalau diperbaiki justru mereka sadar bahwa itu adalah suatu kesalahan. Jika memang fatal, kita bisa minta maaf dan mengatakan bahwa, “Saya terlalu antusias, nih, sampai lidah keseleo. Maaf ya... ” (f)


