Sudut matanya basah tatkala mahkota kemenangan disematkan Puteri Indonesia 2014, Elvira Devinamira, di atas kepalanya. Di kursi penonton, ibunda tercinta menangis menyambut keberhasilan Anindya Kusuma Putri (23) menjadi Puteri Indonesia 2015. Padahal, dulu sang ibu sempat khawatir dengan tingkah pola anaknya yang tomboi sejak kecil. Siapa sangka, kini Anindya telah menjelma menjadi sosok putri nan anggun yang memiliki cita-cita menyuarakan perubahan bagi kaum muda. Mental Juara
Menjadi seorang model, apalagi Puteri Indonesia, sama sekali tak terlintas dalam benak wanita ayu asal Semarang ini. “Bagaimana mau bayangin jadi putri. Lah, dulu, tiap sore, kegemaran saya main sepak bola dan bulu tangkis dengan teman-teman di kampung,” katanya, tersenyum.
Diakui Anindya, masa kecilnya memang tak jauh dari dunia olahraga. Semua itu tak lepas dari keluarganya yang memang cinta berat olahraga, terutama bulu tangkis. Beberapa anggota keluarga dari pihak ayahnya merupakan atlet bulu tangkis yang kerap berlaga di pertandingan skala nasional. Ia pun sudah diperkenalkan pada bulu tangkis sejak kelas 4 SD dan pernah menjuarai Kejurnas Bulu Tangkis ganda campuran tahun 2008 di Jakarta.
Hingga suatu ketika, pelatihnya melontarkan sebuah ucapan yang kemudian justru ia seriusi dan membelokkan minat Anindya untuk serius di dunia modeling. “Pelatih saya bilang, kalau saya latihan lemas begini mendingan jadi model saja. Sebenarnya, ia mengatakan itu untuk membakar semangat saya berlatih keras. Tapi, saya malah berpikir, ‘why not?’ Apalagi saat itu ibu saya juga sangat mendukung, karena selama ini sebenarnya ia prihatin melihat saya tumbuh jadi anak yang tomboi. Bahkan, dulu beliau sampai berlangganan majalah GADIS agar saya bisa belajar jadi wanita,” ungkapnya, tersenyum.
Maka, pada tahun 2008, didukung oleh sang ibu, ia lantas mengikuti ajang pemilihan Gadis Sampul. Tanpa ekspektasi menjadi juara, Anindya mengaku menjalani proses seleksi dan karantina Gadis Sampul tanpa beban. “Saya jalaninya fun saja, jadi diri sendiri. Walaupun agak sulit menyesuaikan diri dari yang biasa harus tampil ‘garang’ di lapangan, sekarang jadi harus luwes di depan kamera,” ujarnya.
Diakui Anindya, sejak kecil digembleng sebagai atlet dan mengikuti berbagai kejuaraan telah membentuk mental berkompetisi dan menjadi juara. Hal ini pula yang menjadi bekalnya ketika mengikuti pemilihan Gadis Sampul. “Saya memang orangnya nekat, berani ambil risiko. Meski cuek, tomboi, dan enggak pernah dandan, saya pede aja ikut kontes pemilihan model,” kata Anindya, yang akhirnya berhasil menjadi Pemenang I Gadis Sampul 2008.
Setelah kemenangannya itu, jalannya di dunia modeling kian terbuka lebar. Ia mendapatkan banyak tawaran untuk iklan dan pemotretan di majalah. Sayangnya, ketika tengah merintis karier modeling, wanita yang pernah bercita-cita ingin menjadi dokter ini memilih untuk melanjutkan sekolah di Semarang. Karier modelingnya pun perlahan menyurut. Gemerlap dunia showbiz tak menyilaukan matanya dan ketenaran bukanlah hal yang ia kejar.
Kini, setelah berhasil menyabet gelar Puteri Indonesia, tampaknya Anindya siap untuk kembali dengan motivasi yang besar. Tak hanya memulai karier di dunia modeling, lebih dari itu ia ingin membuat suaranya lebih bermakna untuk menciptakan perubahan besar dalam memasarkan pariwisata Indonesia.
Meski sempat mendapatkan serangan di media sosial akibat posting-an fotonya dalam balutan kaus bergambar palu arit, baginya hal ini bukanlah masalah besar. “Saya menghargai pendapat orang yang beragam. Saya mengenakan kaus bergambar palu arit untuk menghargai pemberian teman dari Vietnam ketika bertugas jadi duta di sana,” ungkapnya.
Soal penggunaan baju renang di ajang Miss Universe yang masih menjadi kontroversi bagi beberapa kelompok orang, Anindya menanggapinya dengan bijak. “Ada banyak hal besar lain yang bisa Indonesia dapat dari keikutsertaan di Miss Universe, meski nantinya saya diharuskan memakai baju renang sebagai tahapan seleksi,” jelas wanita yang menyukai kegiatan petualangan dan pernah menjadi presenter di program acara petualangan sebuah stasiun TV ini.
Kini, di tengah kesibukannya menjadi Puteri Indonesia dan harus berkeliling Nusantara, Anindya tetap serius melakukan berbagai persiapan menghadapi ajang Miss Universe 2016 mendatang. Selain memantapkan teknik berjalan di catwalk, belajar make up dan hair do, ia juga rajin menambah wawasan, terutama budaya, dan mengasah kemampuan public speaking dalam bahasa Inggris. (f)
Reynette Fausto


