Selebritas 

Duma Riris Silalahi: Lima Tahun Menanti Restu


 
Rating Pembaca
 
Beri Rating Artikel ini

Lahir dan tumbuh besar di Balige, kota kecil di tepi Danau Toba, Sumatra Utara, Duma Riris Silalahi (29), yang saat itu bekerja sebagai pegawai di sebuah bank swasta, menjajal peruntungan mengikuti Pemilihan Wajah Femina (WF) tahun 2006. Paras cantik yang unik, tubuh semampai, serta kepribadian yang bersinar  mengantarkan dirinya merebut gelar Pemenang I.

Bintang keberuntungan Duma bertambah terang dari waktu ke waktu. Wanita kelahiran 20 September 1983 ini kemudian mengikuti Pemilihan Puteri Indonesia tahun 2007, dan meraih gelar Runner-up 1 sekaligus Puteri Lingkungan Hidup. Hingga kini sudah puluhan iklan dan acara televisi yang dibintangi oleh kekasih vokalis band Mahadewa, Judika Nalon Abadi Sihotang (34), ini. Apa lagi yang ingin diraihnya?

Kompak bermitra dengan Judika dalam urusan bisnis tak lain berawal dari saling mengenal karakter masing-masing dan rasa percaya Duma kepada Judika. Hubungan cinta Duma dengan Runner-up Indonesian Idol 2 ini memang sudah berlangsung selama lima tahun. Hanya, selama ini kisah cintanya dengan Judika --yang menulis lagu berjudul Mama Papa Larang untuknya-- dijalin secara backstreet alias sembunyi-sembunyi dari kedua orang tua Duma. 

”Mama dan Papa tidak suka anaknya pacaran dengan artis. Kata orang tua, di Balige banyak orang datang dari jauh untuk meminta saya dijodohkan dengan anak atau saudaranya, yang punya status pekerjaan lebih jelas,” jelas Duma.

Untunglah, setelah melihat teguhnya pendirian Duma dan mengamati bahwa anaknya itu tidak berubah setelah berhubungan dengan Judika, sikap orang tua Duma mulai melunak. Ketika sedang berkunjung ke Jakarta pertengahan tahun ini, mereka mau diajak bertemu Judika. 

Meski begitu, Duma mengaku tidak lantas tergesa-gesa merencanakan pernikahan. ”Paling cepat akhir tahun depan. Kami ingin tarik napas dulu, karena mendapatkan restu dari orang tua saja sudah merupakan kemajuan besar,” kata Duma.

Dalam hati, Duma percaya bahwa jodoh tidak akan lari ke mana. Kalaupun tidak berjodoh dengan Judika, ia harus siap menerima. Meski begitu, Duma mengakui bahwa Judika adalah pilihan terbaik di antara pria-pria yang pernah ditemuinya. ”Kalau mencari yang lebih secara materi dan fisik, tentu banyak. Tetapi, di mata saya, Judika menang karena dia tulus, rendah hati, dan punya jiwa sosial yang tinggi. Dari dia, saya juga belajar untuk selalu bersyukur dan tidak pernah mengeluh,” ungkap Duma tentang sang kekasih.

Berhubung sang kekasih sudah diterima orang tua, Duma  mempunyai keinginan untuk merayakan Natal tahun ini bersama Judika dan keluarganya. Karena, selama tiga tahun pertama pacaran dengan Judika, Duma sampai tidak berani pulang kampung untuk merayakan Natal, karena takut ’disidang’ oleh keluarganya. ”Tetapi, apa daya, sepertinya tidak bisa, karena Judika banyak tawaran job di luar kota,” kata Duma, yang pernah merayakan Natal bersama keluarga Judika di Jakarta.

Jika sedang bersama keluarganya, Duma merayakan Natal dengan menghadiri kebaktian malam Natal bersama-sama. Kemudian, mereka akan memotong kue tart, tanpa saling bertukar kado. ”Di keluarga kami tidak ada tradisi tukar kado. Mungkin karena keadaan. Orang tua saya punya banyak anak dan kami juga hidup sederhana saja. Tapi, sekarang beda. Setelah dewasa dan punya penghasilan sendiri, kami, anak-anaknya,  ingin memberi hadiah kepada Mama dan Papa, sebagai ungkapan terima kasih,” kata Duma, yang aktif di gereja semasa remaja. 

Nayu Novita  (Kontributor – Jakarta)




 
 
  > KOMENTAR
 
  Tulis Komentar Forum
200 karakter tersedia

** Dengan meng-klik tombol "kirim" berarti anda telah menyetujui Privacy Policy & Disclaimer kami.
K I R I M  
 
Topik Hari Ini Live! Femina
TOPIK Hari Ini
Live!
Setujukah Anda jika hajatan selebritas ditayangkan secara live selama belasan jam di televisi nasional?
KOMENTAR
22 Dec 2014 - librana6325
Sama seperti teman yang lain, tidak setuju karena kurang mendidik apalagi jika yang menonton masih perlu bimbingan orang tua. Kemewahan yang ditampilkan dari pesta pernikahan hanya membuat para penonton terkesima. Masih banyak penonton TV dari kalang ...
22 Dec 2014 - IdaNadlira
Sangat tidak setuju. Mengatasnamakan memberikan pendidikan, pendidikan yang seperti apa? pendidikan jor joran kemewahan, pendidikan bahwa "hidup" hanya settingan belaka..  Selain sangat tidak mendidik justru malah menganggu hak pemirsa mendapatk ...
21 Dec 2014 - yuanitachristy
Sangat tidak setuju, * terlalu berlebihan* tidak sesuai dengan visi misi pertelevisian ya...* terlihat tidak cerdas menayangkan berita monoton* bahkan memperlihatkan keminiman kreativitas sebuah acara



Majalah Edisi 50 (20 - 26 Desember 2014) Femina  Edar 
Wednesday, 17 December 2014






  VIDEO