Selebritas 

Duma Riris Silalahi: Ingin Dikenal Sebagai Pengusaha


 
Rating Pembaca
 
Beri Rating Artikel ini

Duma Riris Silalahi: Ingin Dikenal Sebagai Pengusaha Femina
Lahir dan tumbuh besar di Balige, kota kecil di tepi Danau Toba, Sumatra Utara, Duma Riris Silalahi (29), yang saat itu bekerja sebagai pegawai di sebuah bank swasta, menjajal peruntungan mengikuti Pemilihan Wajah Femina (WF) tahun 2006. Paras cantik yang unik, tubuh semampai, serta kepribadian yang bersinar  mengantarkan dirinya merebut gelar Pemenang I.

Bintang keberuntungan Duma bertambah terang dari waktu ke waktu. Wanita kelahiran 20 September 1983 ini kemudian mengikuti Pemilihan Puteri Indonesia tahun 2007, dan meraih gelar Runner-up 1 sekaligus Puteri Lingkungan Hidup. Hingga kini sudah puluhan iklan dan acara televisi yang dibintangi oleh kekasih vokalis band Mahadewa, Judika Nalon Abadi Sihotang (34), ini. Apa lagi yang ingin diraihnya?

Selain mengasah kemampuan sebagai presenter, Duma juga punya strategi lain agar tetap eksis dalam berkarya, yaitu menggeluti dunia usaha. Salah satunya, salon kecantikan yang ditebusnya dengan nilai sekitar Rp250.000.000 dari seorang saudara yang pindah ke luar negeri.

”Ketika saya masih kecil hingga remaja, Mama juga buka usaha salon di rumah. Makanya, bisa dibilang saya sudah terbiasa dengan seluk-beluk dunia salon. Dan kebetulan, saya juga senang ke salon, ha... ha... ha...,” ujar Duma, yang memberikan nama baru pada salonnya Dum-Dum Salon, seperti nama panggilan akrabnya.

Menjadi pemilik baru sebuah salon yang sudah berjalan selama 13 tahun ternyata bukan perkara mudah. ”Sesuai permintaan pasar, konsep salon diubah. Dari yang tadinya fokus pada penataan rambut, kini kami fokus pada layanan lulur, spa, dan creambath,” katanya.

Mengenai risiko dalam berbisnis, Duma sudah cukup paham. Sebelum salon, ia pernah mendirikan kafe di depan sebuah kampus ternama di daerah Grogol. ”Waktu itu kami buka hampir dua tahun. Tapi ternyata, pemilihan lokasinya salah. Anak-anak kos yang menjadi target malah lebih suka nongkrong di mal. Tapi, biarpun sedih, saya tidak putus asa. Kata orang, 80% usaha pertama itu biasanya gagal. Biar jadi pelajaran buat ke depan,” kata Duma.

Malang-melintang di dunia usaha juga tak selalu dilakukan Duma seorang diri. Bersama kekasihnya, Judika, dua tahun lalu Duma ikut patungan untuk mendirikan sekolah vokal di Semarang. Nama sekolah vokal itu adalah Judika Vocal Course. 

”Ternyata, peminatnya cukup banyak, bahkan sampai ada yang minta dibuatkan franchise,” ujar Duma, yang berencana membuka cabang di Purwokerto, Medan, dan lokasi lain di daerah, sebelum menembus Jakarta.

Nayu Novita  (Kontributor – Jakarta)



 
 
  > KOMENTAR
 
  Tulis Komentar Forum
200 karakter tersedia

** Dengan meng-klik tombol "kirim" berarti anda telah menyetujui Privacy Policy & Disclaimer kami.
K I R I M  
 
Topik Hari Ini Layanan Kesehatan untuk Wanita dan Anak Femina
TOPIK Hari Ini
Layanan Kesehatan untuk Wanita dan Anak
Apa pendapat Anda tentang layanan kesehatan?, khususnya untuk wanita dan anak–anak saat ini?
KOMENTAR
26 Mar 2015 - dhiyan04
Saya sudah beberapa kali ganti dokter untuk anak Saya dikarenakan Saya sering kecewa dan dibuat bingung oleh dokter dokter tersebut. Beberapa dokter yang Saya rasakan saat ini kurang informatif, tidak menjelaskan bila kita tidak bawel. Dan yang serin ...
26 Mar 2015 - dhiyan04
Saya sudah beberapa kali ganti dokter untuk anak Saya dikarenakan Saya sering kecewa dan dibuat bingung oleh dokter dokter tersebut. Beberapa dokter yang Saya rasakan saat ini kurang informatif, tidak menjelaskan bila kita tidak bawel. Dan yang serin ...
26 Mar 2015 - mrskusnadi
kebetulan saya selalu mengunjungi rumah sakit dan dokter specialis anak untuk anak anak saya dan kandungan pada saat dahulu hamil dan melahirkan, itu pun saya merasakan pelayanan dari dokter nya tidak memadai karena dokter serasa terburu buru dan mer ...



Majalah Edisi 13 (28 Maret - 3 April 2015) Femina  Edar 
Wednesday, 25 March 2015






  VIDEO