Seperti karakternya yang dinamis, lagu-lagu Denada juga kerap bercorak upbeat, mengajak orang siapa pun yang mendengar untuk berdansa. Dalam album terbarunya, Call Me Dena, bisa dibilang hanya ada satu lagu yang beritme lambat, berjudul “Sedang Ingin Bercinta”. Denada mengaku, susah sekali menemukan lagu slow tanpa perlu mendayu-dayu. “Saya paling tidak bisa menyanyi lagu yang liriknya berbunyi seperti ‘Jangan Tinggalkan Aku,’ atau ‘Aku Terlalu Mencintaimu’. Pertama, itu sama sekali bukan karakter saya. Kedua, saya yakin banyak wanita di luar sana yang ingin mendengarkan lagu-lagu berlirik positif,” ujar Denada yang memang ingin album terbarunya ini se-“Denada” mungkin. Baginya, musik itu harus berasal dari hati.
Pencarian Denada berujung pada lagu berjudul ‘Kamu Memang Gila’ karya El Ibnu, sahabatnya. “Kamu memang bisa mendapatkan semua wanita. Tapi semua ada batasnya. Yang ganteng bukan kamu saja!” Begitu petikan lirik lagu tersebut. “Saya mau ini!” teriak Denada saat Ibnu menyanyikan lagu itu. Meski awalnya lagu tersebut dibuat Ibnu untuk orang lain, lagu bertempo pelan tapi tidak melankolis itu akhirnya Ibnu berikan juga untuk Denada yang sangat yakin lagu itu sesuai dengan karakternya.
Genre rock dance yang dipilihnya untuk album ini, menurut Denada, merupakan hasil dari perjalanan panjangnya yang sempat singgah di beberapa genre musik. “Pada akhirnya kini saya tahu apa yang saya mau dan musik seperti apa yang merepresentasikan karakter saya,” katanya.
Apakah itu berarti ia menemukan apa yang menjadi idealismenya? “Tepatnya, saya mendefinisikan kembali apa itu idealism menurut saya. Menjadi idealis bukan berarti harus egois dan tidak mau berkompromi. Harus ada titik tengah antara menjadi idealis untuk diri sendiri dan idealis bagi penikmat karya kita. Bagi saya, yang penting jujur pada diri sendiri,” ungkap wanita yang jago menari jaipong ini dengan gaya bicara yang lugas.
Perjalanan panjang 17 tahun di dunia hiburan, termasuk pernah menjajal seni peran, membuatnya sadar, menyanyi adalah dunia yang menjadi impiannya. “Syuting film atau sinetron memakan waktu yang panjang, membuat saya kesulitan berlatih vokal dan tidak bebas mengambil pekerjaan menyanyi,” ujar Dena yang pernah bermain di sinetron Rahasia Ilahi ini. Selain akting, Denada juga permah berkecimpung di dunia presenting dengan menjadi presenter beberapa acara olahraga. (f)


