Celebrity
Adinia: Terjebak Peran Remaja

24 Mar 2014


Menginjak usia 27 tahun, dua piala Citra telah diraih wanita berparas eksotis ini. Satu piala untuk Pemeran Pendukung Wanita Terbaik di film Tentang Dia (2005) dan satu piala lagi untuk gelar Pemeran Utama Wanita Terbaik dalam film Laura dan Marsha (2013). Sejak debut aktingnya di usia 14 tahun, Adinia Wirasti atau Asti konsisten mengeksplorasi seni peran. Perlahan-lahan, ia mengukuhkan dirinya di dunia perfilman tanah air.

Terjebak Peran Remaja

Menang di ajang Festival Film Indonesia (FFI) 2013. Asti diundang menghadiri European Film Market dalam ajang Berlinale International Film Festival (BIFF) Februari lalu. Di sela acaranya yang padat, Asti masih menyempatkan berbagi cerita pada femina melalui e-mail.

Asti memanfaatkan kunjungan ini untuk menambah wawasan perfilman. Salah satu film yang ia tonton adalah Nymphomaniac besutan Lars Von Trier. Premiere film yang banyak diperbincangkan di berbagai negara ini dihadiri sang sutradara Lars Von Trier, dan para aktor yang membintanginya: Uma Thurman dan Shia LaBeouf.
“Saya beruntung bisa berada di tengah orang-orang hebat ini. Saya seperti mendapat suntikan semangat untuk bisa memajukan perfilman Indonesia dan membawanya ke kancah internasional satu hari nanti,” tuturnya antusias.

Asti memang terlanjur jatuh cinta dengan dunia akting yang tak sengaja digelutinya.  Tak terasa, sudah 14 tahun ia berkecimpung di dunia akting dan total telah membintangi 8 film layar lebar, satu serial TV, dan satu FTV berjudul From Singapore With Love yang baru saja rilis.

Wanita pekerja keras yang selalu serius saat bekerja ini mengaku film Laura dan Marsha yang memberikannya Piala Citra merupakan film tersulit yang pernah dibintanginya.
Di film tersebut, Asti memerankan karakter Marsha, seorang travel writer lajang berusia 32 tahun yang tengah mengalami pergolakan batin karena rahimnya harus diangkat. Sementara hatinya kerap tersiksa rindu pada ibundanya yang telah berpulang, Marsha akhirnya menghibur diri dengan traveling ke Eropa bersama sahabatnya, Laura (Prisia Nasution). Cerita pun bergulir mengangkat konflik hati tentang bagaimana keduanya memaknai hidup dan arti persahabatan.
   
“Selama ini memang saya seolah ‘terjebak’ dengan peran-peran wanita remaja yang dekat dengan keseharian saya. Ketika disodori skrip, saya sempat tercenung karena sosok Marsha adalah wanita yang jauh lebih dewasa dan saya belum membayangkan bagaimana menempatkan gejolak perasaannya karena realita hidup kami yang berbeda,” cetus wanita kelahiran 17 Januari 1987 ini.

Tak ayal, Asti langsung jatuh cinta pada karakter Marsha yang dinilai berbeda dari peran-peran sebelumnya. “Itulah yang mengobarkan totalitas saya ketika memerankan Marsha. Jadi, kalau saya dinilai bermain bagus, itu bukan karena pamrih untuk mengejar prestasi, tapi memang datang dari hati,” cetusnya.

Baginya, penting untuk menyukai karakter peran yang akan dimainkan. Beberapa kali wanita yang dinobatkan sebagai pasangan terbaik bersama Reza Rahadian dalam film Jakarta Maghrib (dan karenanya meraih piala Indonesia Movie Award 2012) menolak tawaran peran karena idealismenya itu.

Karakter Marsha yang  ‘menggigit’ dengan pergolakan emosinya akhirnya berhasil membawa Asti mengungguli Happy Salma, Imelda Therine, Laudya Cynthia Bella, dan Laura Basuki dalam FFI 2013.

Asti juga mengaku menikmati proses syuting yang dilakukan di beberapa negara di Eropa itu. Lucunya, penyuka diving ini merasa tak bisa melakukan backpacking seperti Marsha. "Saya tak bisa pergi tanpa koper yang dengan baju, peralatan make up, toiletries.

REYNETTE FAUSTO




 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?