Jalan-jalan 

Waerebo, Kampung Arsitektur Nusantara


 
Rating Pembaca
 
Beri Rating Artikel ini

Meski letak desa ini jauh terpencil,  herannya, setiap tahun turis dari berbagai negara rela menempuh jalan panjang demi mengunjunginya. Di desa yang terletak di Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur ini terdapat harta karun Nusantara, berupa rumah adat yang unik dan kebudayaan yang masih terjaga. Berikut ini penuturannya.

Tujuh Rumah Kerucut
Rumah panggung berbentuk bulat seperti kerucut yang disebut mbaru niang adalah keistimewaan Waerebo. Menurut Martin Anggo, warga Waerebo yang menjadi penggerak wisata desa ini, para leluhur dahulu membuat tujuh buah rumah dengan formasi setengah lingkaran. Di bagian tengah adalah rumah gendang (niang gendang) atau rumah utama, yang berukuran lebih besar dan memiliki puncak yang sedikit berbeda. Enam rumah lain disebut niang gena atau rumah biasa.

Setiap rumah ada dua pintu, di depan, di belakang, serta empat jendela kecil. Masuk ke dalam rumah yang remang-remang, terlihat langit-langit yang tinggi dan kayu-kayu konstruksi. Yos pemandu saya, bercerita, mbaru niang terdiri dari lima tingkat, masing-masing memiliki fungsi dan nama  tersendiri.

Tingkat pertama yang ditinggali orang untuk beraktivitas disebut lutur. Sedangkan tingkat kedua adalah lobo, ketiga adalah lentar, keempat lempa rae, dan kelima adalah hekang kode, merupakan loteng yang biasa digunakan antara lain untuk menyimpan benih tanaman dan persediaan makanan.

Tingkat lutur dibagi tiga, bagian depan ruangan untuk bersama, semacam ruang keluarga. Di bagian dalam adalah kamar-kamar yang disekat menggunakan papan, dan dapur di bagian tengah rumah. Atap rumah terbuat dari ijuk dan alang-alang. Aroma asap kayu bakar langsung menyergap saat saya masuk ke dalam rumah gendang. Acara masak memasak di dalam rumah yang membuat rumah penuh asap, tak disangka itu ada gunanya. ”Asap dan panas dari tungku berguna untuk mengawetkan kayu bangunan, juga persediaan makanan yang disimpan di loteng,” kata Yos.



 
 
  > KOMENTAR
 
  Tulis Komentar Forum
200 karakter tersedia

** Dengan meng-klik tombol "kirim" berarti anda telah menyetujui Privacy Policy & Disclaimer kami.
K I R I M  
 
Topik Hari Ini Maaf dan Lupakan Femina
TOPIK Hari Ini
Maaf dan Lupakan
Lebaran kali ini, ingin memaafkan siapa?
KOMENTAR
25 Jul 2014 - centhya dewimobile
Anggota kel kita (pasangan, anak/org tua). Sengaja/tdk sengaja kita sering kali melukai org2 disekitar kita, terutama
25 Jul 2014 - andriachevyka
Saya akan meminta maaf pada mama karena dari lahir sampai sekarang masih menyusahkan dan merepotkan dengan menitipkan anak saya ke mama serta belum bisa membahagiakan mama.Saya akan meminta maaf pada putri saya karena saya belum bisa menjadi mama yan ...
25 Jul 2014 - santi hadiemobile
saya ingin meminta maaf kepada ibu saya,sampai saat ini saya belum bisa mensejahterakan hidupnya,saya juga ingin meminta maaf kepada suami saya karena belum bisa menjadi isteri yang baik untuknya,kalau untuk memaafkan saya selalu memaafkan siapapun y ...



Majalah Edisi 30 (26 Juli - 8 Agustus 2014) Femina  Edar 
Wednesday, 23 July 2014






  VIDEO