Jalan-jalan 

Terbius Penang


 
Rating Pembaca
 
Beri Rating Artikel ini


Tahun lalu, situs Yahoo! Travel menempatkan pulau yang terletak di barat laut Semenanjung Malaysia ini sebagai salah satu dari 10 kepulauan yang mesti dieksplorasi. Pulau Penang  memiliki kekayaan bangunan-bangunan bersejarah yang masih terawat. Jika Anda punya waktu tiga hari untuk menjelajah pulau seluas 293 km² ini, lakukan saja enam petualangan seru ini. Dijamin Anda akan jatuh cinta pada Penang dan ingin kembali suatu saat nanti, seperti yang saya rasakan.



1. George Town: Mengagumi Arsitektur Tua

“Seperti di Eropa, ya?” kata salah satu rekan saat memasuki George Town, ibu kota Penang. Saya dan teman seperjalanan yang lain pun mengiyakan. Bangunan tua berarsitektur klasik yang tersebar di kawasan ini memang membuat saya seakan tidak sedang berada di negeri Melayu.
Gedung-gedung megah dan tinggi dengan pilar yang kokoh itu berdampingan dengan bangunan bergaya tradisional Cina, India, dan Melayu. Menurut pemandu saya, Joanna Khaw, ada 4.665 bangunan tua di Penang. Semua terpelihara serta tertata dengan apik, membuat saya tak ingin memalingkan wajah selama perjalanan untuk mengagumi keunikan dari tiap bangunan. Pantas jika kota yang namanya diadopsi dari nama Raja Inggris, George William Frederick atau King George III itu diakui sebagai situs warisan dunia UNESCO pada tahun 2008. Tujuan sempurna bagi para pengagum arsitektur.
Karena itu, saat Joanna bertanya mau berjalan kaki atau naik bus mengelilingi George Town, dengan cepat saya meminta untuk jalan kaki saja. Pikir saya, sayang sekali jika hanya   melihat bangunan-bangunan indah itu dari balik kaca bus.
Salah satu bangunan yang membuat saya sangat kagum adalah Cheong Fatt Tze Mansion yang terletak di Jalan Sultan Ahmad Shah. Dindingnya yang berwarna biru mencolok membuat rumah besar yang kini juga difungsikan sebagai hotel dan tempat pernikahan itu disebut Blue House. Rumah itu merupakan peninggalan Cheong Fatt Tze, saudagar Cina, yang dibangun sejak tahun 1896 hingga 1904.
Saat anak bungsu Cheong Fatt Tze meninggal pada 1989, rumah ini hampir dijual. Untungnya, sekelompok aktivis konservasi di Penang membeli dan merestorasi bangunan tersebut. Setidaknya butuh waktu enam tahun dan bantuan ahli dari Cina, Amerika Serikat, dan Jerman untuk merestorasi rumah tersebut.
Tak mengherankan,  banyak turis asing yang tertarik menginap di sana. Ada 38 ruang dengan kisaran harga per malam RM 420 hingga RM 800 (sekitar Rp1.200.000 hingga Rp2.400.000). Jika hanya ingin berkunjung, Anda dapat masuk pada pukul 11.00 dan 15.00 tiap hari dengan biaya RM 12 (sekitar Rp36.000). Sayangnya, pemilik tidak mengizinkan memotret di dalam rumah.
Hal menarik lain dari George Town adalah Street of Harmony. Di sepanjang jalan itu terdapat masjid, gereja, kuil Tionghoa, serta kuil Hindu, yang menunjukkan keselarasan agama dan etnis di Penang. Salah satunya Masjid Kapitan Keling, masjid tertua di pulau tersebut.
Jika takut kepanasan menyusuri George Town, Anda bisa naik shuttle bus gratis khusus yang disediakan pemerintah Penang. Bus itu beroperasi dari pukul 07.00 hingga 19.00 pada hari Senin-Jumat dan pukul 07.00 hingga 14.00 pada hari Sabtu, yang akan berhenti di beberapa tempat populer di George Town.


 
 
  > KOMENTAR
 
  Tulis Komentar Forum
200 karakter tersedia

** Dengan meng-klik tombol "kirim" berarti anda telah menyetujui Privacy Policy & Disclaimer kami.
K I R I M  
 
Topik Hari Ini Harga BBM Naik Femina
TOPIK Hari Ini
Harga BBM Naik
Setuju atau tidak dengan kenaikan harga BBM ini?
KOMENTAR
28 Nov 2014 - myrecipe
setuju..malah lebih baik dihilangkan..       .... uangnya jangan dijadikan BLT tapi jadikan dapur umum dengan variasi menu sangat sederhana alias tahu dan tempe contohnya,bagi mereka yang tak mampu dan para pengangguran. ...
28 Nov 2014 - ia_cantik
Saya setuju BBM naik. Untuk harga-harga kebutuhan sehari-hari ikut naik, itu pasti resiko. Tergantung bagaimana kita menyikapi dan menyiasatinya. Yang jelas, harus banyak penghematan di semua bidang, dan memenuhi kebutuhan tanpa melebihi pendapatan.  ...
25 Nov 2014 - RuryPaurisca
Saya setuju saja dengan kenaikan BBM yang ditentukan oleh pemerintah RI. Kenaikan BBM bersubsidi itu menurut saya merupakan pengalihan subsidi untuk yang lebih produktif dan menurut Presiden Jokowi itu juga merupakan jalan untuk mengalihkan anggaran  ...



Majalah Edisi 47 (29 November - 5 Desember 2014) Femina  Edar 
Wednesday, 26 November 2014






  VIDEO