Jalan-jalan 

Eksotisme Kathmandu

 
Rating Pembaca
 
Beri Rating Artikel ini

Ibu kota Nepal ini memang bukan tempat tujuan favorit banyak orang. Padahal, kota ini adalah kota yang kaya tradisi dan spiritual. Candi dan kuil yang bertebaran menjadi bukti kejeniusan arsitek dan perajin lokal. Kathmandu juga seperti pusat ‘harta karun’ bagi penyuka sejarah. Karena, di sini banyak bangunan istana tua dan stupa monumental. Saya, Nova Dien, ingin melihat langsung kota yang memamerkan keharmonisan Buddha dan Hindu selama berabad-abad ini.

Hiruk Pikuk Kota di Thamel

Awal menginjakkan kaki di Kathmandu, saya sempat stres. Kathmandu yang sedang berdandan dalam rangka program lima tahunan, Nepal Tourism Year 2011, menyambut wisatawan dengan kota penuh debu dan sampah di mana- mana. Ditambah lagi, saya datang bertepatan dengan musim kering terdingin yang berlangsung mulai bulan Oktober sampai Juni, sehingga saya menggigil kedinginan setiap saat. Walaupun langit cerah, suhu udara pada siang hari 16 derajat Celsius, malam hari bisa mencapai 3 derajat Celsius.

Perjalanan dari bandara menuju Thamel, daerah pusat wisata di Kathmandu, ibarat naik rollercoaster yang bisa bikin jantungan. Di sini hampir tidak ada aturan lalu lintas, hanya terlihat satu dua lampu merah yang tidak berfungsi. Semua kendaraan saling berebut jalan dengan bunyi klakson sahut-sahutan. Berkali-kali sopir kami harus membunyikan klakson, karena jalanan kecil yang hanya memuat dua mobil saja, dipenuhi orang yang sedang mengobrol, membaca SMS di tengah jalan, atau sedang membeli jeruk dari pedagang jalanan. Sebaliknya, ada pula sopir taksi yang memaksa jalan, walaupun sedang ada pejalan kaki menyeberang.



Herannya, meski semrawut, tidak satu pun terlihat marah atau melontarkan sumpah serapah, saat hampir keserempet mobil. Semua orang terlihat santai saja dan memaklumi aturan lalu lintas yang tidak biasa bagi pendatang ataupun turis seperti saya ini. Saya pun berusaha memaklumi kondisi. Stres saya langsung terobati saat menyaksikan kemegahan Pegunungan Himalaya yang mengelilingi lembah cantik Kathmandu.

Nepal, khususnya di Thamel, terkenal dengan kehidupan di atas atap. Karena itu, jangan lupa menyempatkan diri untuk melihat pemandangan Kathmandu dari atap gedung hotel. Kita bisa melihat kegiatan sehari-hari penduduk Nepal di setiap atap rumah, seperti ritual doa keluarga, mencuci pakaian, menjemur rempah-rempah, kegiatan pangkas rambut, permainan sepak bola, pesta barbecue, sampai kehidupan berbagai macam burung gagak dan merpati. (f)



 
 
  > KOMENTAR
 
  Tulis Komentar Forum
200 karakter tersedia

** Dengan meng-klik tombol "kirim" berarti anda telah menyetujui Privacy Policy & Disclaimer kami.
K I R I M  
 
Poling

Enaknya di Pusat Kota
Bagi Anda yang tinggal di suburban Jakarta, seperti Bekasi, Depok, Tangerang, dan Bogor, apa yang paling Anda rindukan dari tinggal di pusat kota Jakarta?

Tempat hiburan yang lengkap (Mal, Pub, Cafe, dan Resto)
Fasilitas yang serba ada
Lingkungan atau pergaulan sosial Anda
Jarak yang dekat untuk ke pusat Kota

Topik Hari Ini
Lady Gaga Batal Konser
Lady Gaga batal konser di Jakarta. Komentar Anda?
KOMENTAR
22 May 2012 - Festisyamsir
Saya setuju digagalkan karena Panitia baru mengajukan izin tgl 4 Mei dan mereka hanya berpatokan mengambil keuntungan tanpa mau melihat dampaknya. Pemerintah sudah memberikan izin ke Katty Pery, Tina Tunner, Rihanna, dll.Penolakan juga cuma bukan di  ...
22 May 2012 - melisharouslyn07252
      Aku emang ga familiar sama iluminati, Lady Gaga banyak yang klaim dia banyak mengunakan simbol iluminati ( sering menampikan simbol2 dari iluminati/ freemanson community : segitiga, mata satu- dajjal- dewa ra-mesir), dan bap ...
22 May 2012 - melisharouslyn07252
      Aku emang ga familiar sama iluminati, Lady Gaga banyak yang klaim dia banyak mengunakan simbol iluminati ( sering menampikan simbol2 dari iluminati/ freemanson community : segitiga, mata satu- dajjal- dewa ra-mesir), dan baphomet ...



Majalah Femina  Edar 
Wednesday, 16 May 2012