Tentang Wajah Femina
Sejarah Wajah Femina
 

Tahun 1986 menjadi awal diadakannya Wajah Femina (WF). Tujuannya sederhana, mencari model baru. Di tahun  itu, jumlah model wanita relatif sedikit,  femina tergerak untuk menggelar ajang pemilihan model sampul untuk kebutuhan majalah  sekaligus membuka kesempatan bidang kerja baru yang menarik bagi wanita.  Pendaftar pun membanjir, sebanyak 613 orang, datang dari berbagai kota, dari Jakarta hingga Makassar.

Hadiah utamanya adalah menikmati paket tur ke Amsterdam. Dewan juri saat itu adalah Kusumadewi (ahli kecantikan), Darwis Triadi (fotografer), Slamet Raharjo (sutradara dan aktor), Rae Sita Supit (artis dan ahli kehumasan), dan Hanky Tandayu (ahli tata rias wajah dan rambut). Dua model terkenal saat itu, Nanny Sakri dan Titi Qadarsih, ikut membimbing finalis untuk latihan etiket berbusana dan  pergaulan. Sampai saat ini latihan tersebut, antara lain table manner, selalu menjadi ‘menu wajib’ finalis WF.

Dari jumlah peserta sekitar 600-an pada tahun-tahun pertama, selanjutnya WF dapat menjaring ribuan peminat. Jumlah pendaftar terbanyak  selama 20 tahun terakhir adalah 2004 (1.674 orang) dan 1999 (1.679 orang). Bahkan nama Alya Rohali ternyata pernah ada di deretan semifinalis WF 1994.

WF benar-benar menjadi pembuka jalan untuk meniti karier bagi  para alumninya. Contohnya, Ladya Cheryl (24),  pemenang kedua WF tahun 2000. Namanya melejit sejak membintangi film Ada Apa Dengan Cinta? (AADC). Tawaran casting AADC datang hanya dua bulan setelah acara WF. Produser AADC, Miles Production, tertarik pada wajah lembut Ladya yang muncul di femina.

Tapi gemerlap dunia hiburan tak selalu menjadi pilihan berkarier alumni WF. Vera Itabiliana (30), misalnya. Pemenang Favorit Pembaca WF 1996 itu kini menekuni bidang psikologi anak. Atau Yosefanny Waas yang  sibuk  sebagai dokter. Berkarier di bidang media  juga ternyata memikat banyak mantan finalis WF.  Chandra Sugarda, finalis 1993  berkarier sebagai presenter dan produser  televisi. Sutra Kharmelia, finalis WF 1997, dan Shahnaz Mariela, pemenang 1 WF 2009, menjadi presenter berita di televisi swasta.

Tahun ini pemilihan Wajah Femina (WF) telah memasuki tahun ke-31 (1986 – 2016). Tercatat lebih dari 450 wanita yang telah tergabung sebagai alumni. Sebagian besar dari mereka telah sukses menjalani bidang kariernya masing-masing.  Keunggulan alumni Wajah Femina adalah kematangan mereka dalam menapaki karier yang dipilihnya. Dalam beberapa tahun terakhir, diberikan juga  bimbingan dan pelatihan di awal karier Wajah Femina, lewat  F&G Model & Talent Agency milik Femina Group.

Para alumni WF yang menjadi sosok terkenal  dari ajang ini, adalah Ira Duaty, Juara I Wajah Femina 1987, Pengajar Modeling, Master of Ceremony & Pemain Teater. Memes (Meidyana Maimunah), Juara II Wajah Femina 1987, Penyanyi. Diah Permatasari, Juara II Wajah Femina 1989, Pemain Film & Pengusaha. Ayu Utami, Finalis Wajah Femina 1990, Penulis. Lulu Dewayanti, Finalis Wajah Femina 1991, Pengajar Modeling & Pengusaha. Olga Lydia, Finalis Wajah Femina 1994, Model, Presenter & Pengusaha. Kinaryosih, Juara I Wajah Femina 1997, Pemain Film. Endhita, Finalis Wajah Femina 1997, Peragawati & Pemain Film. Lola Amaria, Pemenang Busana Nasional Wajah Femina 1997, Pemain Film, Produser & Sutradara. Tessalonica Kaunang, Finalis Wajah Femina 1999, Pemain Film, Sinetron & Presenter. Isyana Bagoes Oka, Pemenang Favorit Pilihan Pembaca Wajah Femina 2000, Presenter Berita Televisi. Nadia Mulya, Juara II Wajah Femina 2001, Model & Presenter. Francine Roosenda Yacintha, Juara II Wajah Femina 2005, Model & Pemain Film. Ajeng Kartika Ayuningtyas, Pemenang Favorit Wajah Femina 2005, Pemain Film & Sinetron.