2 Dec 2014

Drive Your Life

Mobilitas tinggi wanita aktif masa kini, menuntut pelakunya bertindak cepat, sigap, namun tetap aman. Hal yang sama berlaku ketika berkendara. Apalagi menurut data dari Korlantas Polri yang diungkapkan oleh Rouli Sijabat, PR Manager Toyota Astra Motor, sepanjang 2013 angka kasus kecelakaan di jalan raya sudah mencapai hampir 100.000. “Lebih dari 50% diakibatkan oleh kelalaian dan kondisi psikologis pengendara,” tambahnya kembali. 


Jelas sudah, pengendara mobil tak hanya perlu cakap saat menyetir, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengontrol emosi. “Bahkan, ketika kita mengambil posisi sebagai penumpang, kita juga bertanggung jawab untuk menahan emosi. Misalnya tidak ‘mengompori’ pasangan ketika mulai terpancing membalap mobil lain,” ungkap Juliana Murniati, psikolog dan dekan Fakultas Psikologi Atmajaya.

Dani Eka Saputra, Chief Driving Instructor dari Safety Driving Insitut memaparkan persiapan mendasar apa saja yang harus diperhatikan sebelum berkendara. “Selain kondisi mobil yang prima, perhatikan juga alas kaki yang dipakai. Hak tinggi dan sandal sangat tidak disarankan dipakai ketika menyetir, karena tumpuan kaki menjadi tidak stabil untuk menginjak pedal rem dan gas.” Dani pun menunjukkan video kemungkinan terburuk dan mematikan yang dapat terjadi karena mengabaikan hal-hal sepele, seperti tidak mengenakan sabuk pengaman atau memainkan ponsel saat mengemudi. 


Kedua puluh finalis Wajah Femina terlihat serius menyimak seluruh pemaparan di kelas Drive Your Life pada hari ketiga karantina Wajah Femina yang berlangsung tanggal 1 Desember 2014 itu. “Semoga Anda menerapkan perilaku berkendara yang aman dan efektif, sekaligus menularkan hal baik ini kepada teman, pasangan, atau orangtua yang menyetir kendaraan,” ungkap Rouli yang ditanggapi dengan anggukan setuju dari para finalis. (f)