

|
Ajukan
masalah Uang & Belanja Anda. Pertanyaan dijawab oleh
Lilis Setiadi, Konsultan Finansial Femina.

|

|
|

|
Kelola Uang Saku Dollar

Tanya: Saya bekerja di lembaga internasional. Setiap kali dinas ke luar negeri, saya mendapat uang perjalanan dan akomodasi dalam dolar yang jumlahnya cukup besar. Biasanya, uang itu hanya terpakai sedikit saja. Sebaiknya, ke mana sisa uang saku tersebut saya simpan? Mariana Marissa - Tangerang

Jawab: Pilihannya tergantung pada kebutuhan Anda sekarang. Bila uang cash dan deposito rupiah sudah mencukupi untuk kebutuhan Anda sehari-hari, sebaiknya masukkan uang tersebut ke dalam deposito dolar. Keuntungannya, selain mendapatkan bunga, uang tersebut bisa digunakan bila sewaktu-waktu membutuhkan dolar. Misalnya, untuk kebutuhan wisata ke luar negeri bersama keluarga. Cara ini lebih praktis dibanding Anda harus mengonversinya lagi ke rupiah bila dibutuhkan. Sebab, ada kemungkinan saat itu mata uang rupiah sedang bergejolak.
Namun, karena biaya administrasi deposito dolar yang relatif tinggi, sebaiknya tunggulah hingga jumlah dolar Anda cukup besar. Pasalnya, jika jumlahnya sedikit, bunga yang diberikan juga kecil. Akibatnya, uang Anda bisa tergerus karena bunga ‘termakan’ biaya administrasi yang dikenakan. Bila dalam jangka waktu tertentu dolar Anda belum mencukupi juga, sebaiknya konversikan ke dalam rupiah dan masukkan ke dalam investasi rupiah yang sudah Anda miliki.
|

|
Transportasi Paling Hemat

Tanya: Saya sekeluarga dengan 4 anak bermaksud berlibur ke Yogyakarta dan Solo. Moda transportasi mana yang paling hemat untuk kami: pesawat, kereta api, atau naik mobil pribadi? Meutia - Jakarta

Jawab: Kalau biaya transportasi menjadi satu-satunya pertimbangan, mobil pribadi adalah pilihan paling hemat. Dua orang dewasa plus 4 anak muat dalam satu mobil keluarga (tipe MPV). Biaya bensin, tol, parkir, dan pengecekan atau pemeliharaan mobil berkisar Rp1.500.000 (sekali jalan).
Bandingkan dengan kereta api, yang membutuhkan hampir Rp2.000.000 (untuk 6 tiket sekali jalan). Untuk pesawat, dibutuhkan lebih dari Rp3.000.000 (untuk 6 tiket sekali jalan), kecuali Anda mendapat harga promosi dari perusahaan penerbangan atau penerbit kartu kredit tertentu.
Dengan bermobil, Anda juga bisa menghemat biaya transpor dalam kota, bila Anda ingin bepergian setelah tiba di kota tujuan. Sebaliknya, bila pertimbangan Anda adalah waktu, pilihan terbaik adalah pesawat. Kereta api tidak paling hemat, namun perjalanannya bisa sangat mengesankan untuk anak-anak.
|

|
|

|


|
 Membuka Rekening Bersama

Membuka rekening bersama memang dapat dijadikan cara untuk mengontrol dan merencanakan keuangan keluarga oleh suami-istri. Namun, tak jarang hal ini sering pula berbuntut pertengkaran. Oleh sebab itu, bila Anda berencana untuk membuka rekening bersama sangat disarankan untuk mengenali dulu berbagai jenis rekening dan pembagian akses ke dalam rekening tersebut. Dengan begitu, Anda dan suami bisa terhindar dari salah pengertian.
1 Jenis A dan B. Rekening ini merupakan rekening gabungan murni. Semua transaksi baru sah bila Anda dan suami sudah sama-sama membubuhkan tanda tangan. Cocok untuk pasangan yang menginginkan kontrol lebih ketat terhadap tabungan.
2 Jenis A atau B. Transaksi yang dilakukan Anda sendiri saja sudah dianggap sah. Begitu juga transaksi yang dilakukan hanya oleh suami. Jenis rekening ini cocok untuk mereka yang menginginkan fleksibilitas.
3 Jenis A qq. B. Secara resmi nama pertama (A) yang mutlak memiliki isi rekening. Namun, transaksi yang diatasnamakan nama kedua (B) dapat diproses secara administratif. Seandainya nama A adalah suami dan B adalah istri, maka jenis rekening ini mengisyaratkan kontrol yang lebih besar dari suami dengan memberikan kuasa beberapa transaksi kepada istri.
|

|

|

|

|
| |
Tip Lainnya » |
|

|
|

|
|
|

|
|

|

|
|